KLIKJATIM.Com | Gresik - Sejumlah tokoh dengan berbagai latar belakang mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) dan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Gresik dari PDIP. Mulai dari politisi, mantan birokrat, dokter hingga pengusaha, seperti salah satunya Ahmad Effendy Noor (AEN).
Pengusaha ternama di Kabupaten Gresik itu resmi mendaftar menjadi bacabup. Berkas formulir yang diambil juga sudah dikembalikan ke PDIP.
Fendy, sapaan AEN mengaku, alasan mengikuti penjaringan karena mendapat dorongan dari beberapa pihak. Termasuk para pengusaha muda di Kabupaten Gresik, menyusul kesuksesannya mendorong tumbuh kembang UMKM.
“Karena dorongan dari banyak pihak sehingga saya akhirnya memutuskan ikut maju dalam kontestasi Pilbup 2020,” terangnya.
[irp]
Jika dipercaya memimpin Gresik, salah satu fokusnya nanti mempercepat penyelesaian masalah banjir Kali Lamong. Bahkan, targetnya diupayakan bisa selesai di tahun pertama menjabat.
“Nanti harus ada riset mendalam, bagaimana penanganan banjir Kali Lamong bisa dilakukan secara cepat dan efisien,” lanjutnya.
Tujuan riset untuk mengetahui masalah dan penanganan secara menyeluruh yang terukur. “Misalnya dengan membuat waduk atau embung yang besar, kemudian nanti (air) Kali Lamong bisa disodet ke arah waduk. Jadi tidak hanya mengurangi debit air saat musim hujan, tetapi juga bisa menyimpan air yang bisa digunakan saat kemarau,” paparnya.
[irp]
Selain itu, fokus lainnya mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan di luar negeri, khususnya ASEN.
Nah, ke depan harus membentuk holding UMKM di wilayah Gresik. Sehingga produknya bisa dipasarkan di luar negeri.
"Kalau nanti saya diberikan amanat memimpin Gresik, pasti pola pengembangan akan lebih cepat,” ujar pengusaha yang sudah bergerak di bawah PT Rimbun Nan Hijau itu.
Informasi yang dihimpun, total pendaftar yang sudah mengambil formulir bacabup dan bacawabup Gresik ada 13 orang. Antara lain Rahmat Rofik, Tri Putro Utomo, dr. Anis Ambiyo Putri, M Sukoiri, Achmad Nadir, Ruspandi Sunaryo. Agus Mualif, M Nuh, Achmad Nadlir, Jefry Sutiono, Siti Muafiyah, Ahmad Effendy Noor, serta dr. Asluchul Alif. (nul/roh)
Editor : Redaksi