KLIKJATIM.Com | Surabaya - Selama Oktober 2020 kemarin, nilai ekspor dari Jawa Timur meningkat 0,38 persen. Sementara untuk nilai impor mengalami penurunan 17,51 persen dibanding September.
[irp]
Kendati demikian secara kumulatif, selama Januari-Oktober 2020 neraca perdagangan Jatim masih mengalami defisit sebesar 341,57 juta dolar AS. Selisih perdagangan ekspor-impor di sektor nonmigas memang surplus 1,73 miliar dolar AS. Tetapi selisih ekspor-impor di sektor migas justru defisit 2,07 miliar dolar AS.
Dadang Hardiwan Kepala BPS Jatim mengatakan, impor Jatim pada Oktober turun 17,51 persen dari 1,75 miliar dolar AS pada September menjadi 1,44 miliar dolar AS.
"Penurunan kinerja impor terjadi pada sektor migas maupun nonmigas. Impor migas ke Jatim pada Oktober lalu turun 22,45 persen. Dari 318,15 juta dolar AS menjadi 246,72 juta dolar AS," kata Dadang.
Penurunan nilai impor juga terjadi di sektor nonmigas. Impor di sektor ini turun 16,41 persen pada Oktober. Dari 1,43 miliar dolar AS pada September jadi 1,20 miliar dolar AS.
Perlu diketahui, impor nonmigas menyumbang 82,90 persen impor keseluruhan ke Jatim pada Oktober tahun ini. “Dibandingkan Oktober tahun lalu, nilai impor nonmigas juga mengalami penurunan 22,74 persen,” jelas Kepala BPS Jatim ini.
Sementara itu, ekspor Jawa Timur pada Oktober 2020 mengalami kenaikkan sebesar 0,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 1,58 miliar dolar AS menjadi 1,59 miliar dolar AS. Bila dibandingkan bulan yang sama tahun 2019, nilai ekspor itu justru mengalami penurunan sebesar 5 persen.
Dadang menambahkan, peningkatan nilai ekspor bulan lalu akibat adanya peningkatan kinerja ekspor di sektor nonmigas yang lebih besar dibanding penurunan kinerja ekspor di sektor migas.
Bila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas mengalami peningkatan sebesar 0,72 persen. Dari 1,52 miliar dolar AS menjadi 1,53 miliar dolar AS.
“Nilai ekspor nonmigas itu menyumbang 96,50 persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan Oktober 2019, nilai ekspor nonmigas justru turun sebesar 4,04 persen,” kata Dadang.
Sementara itu, ekspor migas di Jatim Oktober lalu nilainya turun 8,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dari 60,69 juta dolar AS pada September jadi 55,67 juta dolar AS.
Peranan ekspor migas hanya menyumbang 3,50 persen dari total ekspor Jatim pada Oktober. Dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, ekspor migas turun 25,56 persen.
Berdasarkan catatan impor-ekspor itu, neraca perdagangan Jatim pada Oktober 2020 mengalami surplus sebesar 147,43 juta dolar AS. (hen)
Editor : Redaksi
Pameran Turots di Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Warisan Ulama Nusantara Harus Jadi Referensi Dunia
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Menteri Pemberdayaan P…
3.000 Mushaf Al-Qur’an hingga Atraksi Drone, Ini yang Bikin Muktamar ke-35 NU Istimewa
KLIKJATIM.Com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa sejumlah konsep yang disebut b…
Kemenaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif Disabilitas di Kawasan ASEAN
KLIKJATIM.Com | Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
KH Yahya Dorong NU Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah.…
Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
KLIKJATIM.Com | Gresik — Gelombang tinggi dan angin kencang di Laut Jawa membuat delapan pelajar asal Pulau Bawean yang telah selesai menjalankan tugas sebagai …
Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait
KLIKJATIM.Com | Jember – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Jember secara resmi memperkenakan kantor sekretariat barunya yang berlokasi di Jalan…