klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dewan Sering Kunker, Pendiri RGS Indonesia: Sebaiknya Anggaran Dimanfaatkan untuk Menanggulangi Masalah Banjir

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pendiri RGS Indonesia, H.M Khozin Maksum saat mengucapkan HUT RI ke 74 melalui banner. (dok/ist)
Pendiri RGS Indonesia, H.M Khozin Maksum saat mengucapkan HUT RI ke 74 melalui banner. (dok/ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Agenda rutin Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Gresik yang sering dilakukan saat periode sebelumnya terus menjadi pembicaraan. Bahkan, ada kalangan menilai terkait penggunaan anggaran kunker yang berlebihan telah mencerminkan tugas para wakil rakyat kurang amanah.

Sebab DPRD yang memiliki salah satu fungsi penganggaran (budgeting) harusnya bisa lebih jeli agar tepat sasaran. Tidak terkesan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat untuk kegiatan pelesiran.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh pendiri Relawan Gerakan Sosial (RGS) Indonesia, H.M Khozin Maksum. “Secara ketentuan terkait kunker memang diperbolehkan, tapi sebaiknya anggaran yang besar itu lebih dimanfaatkan untuk program prioritas seperti menanggulangi masalah banjir sungai Kali Lamong,” ujarnya, Selasa (3/9/2019).

[irp]

Menyelesaikan permasalahan banjir justru sangat urgen dibanding melakasanakan kunker yang berlebihan. Karena bencana banjir di kota industri ini selalui menghantui warga setiap tahun. Khususnya di wilayah Gresik Selatan.

Apalagi dalam peristiwa banjir kemarin sampai menelan korban jiwa. Nah, kondisi demikian seharusnya bisa mengetuk hati para wakil rakyat untuk berbenah, dengan memberikan porsi anggaran terhadap permasalahan yang serius di daerah.

“Saya kira ini hanya persoalan moral saja,” imbuhnya.

[irp]

Ketika para wakil rakyat merasa miliki beban moral terhadap amanah yang diemban, tentu akan memprioritaskan anggaran untuk kepentingan masyarakatnya. Bukan malah terkesan menambah pundi-pundi penghasilan melalui kegiatan.

Dari informasi yang dihimpun, terkait agenda kunker DPRD Gresik dalam P-APBD 2019 kembali teranggarkan. Nilainya mencapai miliaran rupiah dengan sisa waktu hanya sekitar 4 bulan. (nul/hen)

Editor :