KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Rencana pelaksanaan proyek jaringan gas (jargas) di Kabupaten Probolinggo, terancam mandek atau gagal karena persoalan anggaran. Sebab, hingga kini rencana pendanaan program jargas dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI belum jelas.
[irp]
"Karena terkena refocusing untuk penanganan Covid-19, rencana pengadaan jaringan gas belum ada kejelasan," kata Kasubbag Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Probolinggo, Arif Nopianto.
Disebutkan, saat ini sudah ada sebanyak 4.000 saluran rumah (SR) yang sudah tersambung di Kecamatan Tongas dan Kecamatan Sumberasih. Sejumlah warga telah menikmati manfaatnya, sehingga akan diperluas hingga wilayah timur Kabupaten Probolinggo. “Rencananya ada sekitar 5.700 SR yang akan dikerjakan, namun informasi lebih lanjut masih belum kami terima. Cuma beberapa waktu lalu ada informasi jika anggaran masih di-refocusing,” ujar
Dikatakan, hingga kini belum ada kepastian kapan proyek ini akan direalisasikan. Ia mengaku masih terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, terkait pelaksanaannya. “Proyek lanjutan pasti dilaksanakan, mengingat situasi seperti saat ini, kemungkinan akan dilakukan tahun depan,” katanya.
Sasaran utama proyek jaringan gas masih difokuskan di Kecamatan Tongas dan Kecamatan Sumberasih, sebab penyalurannya belum merata. Setelah dua wilayah ini selesai direalisasikan, jaringan akan diperluas ke wilayah Kecamatan Dringu.
Dalam jangka panjang, kebutuhan gas rumah tangga akan dipenuhi layaknya listrik rumah tangga. Dengan mekanisme pembayaran sesuai jumlah pemakaian yang ditagih setiap bulan. “Harapannya, tentu proyek dapat terealisasi. Rencana yang sudah disusun sejak jauh-jauh hari dapat terlaksana dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Arif. (hen)
Editor : Redaksi