Tim SAR sudah mencari mereka selama tujuh hari pasca insiden. TB Mitra Jaya XIX yang sedang menarik kapal tongkang BG Makmur Abadi 5 bermuatan minyak kelapa sawit mengalami kecelakaan dengan kapal lain Sabtu (23/1/2021) lalu.
Kapal itu bertabrakan dengan kapal kargo KM Tanto Bersinar yang baru berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak di area Buoy 3 Karang Jamuang, Alur Pelayaran Barat Surabaya, kawasan perairan Gresik.
Keputusan perpanjangan masa pencarian korban TB Mitra Jaya XIX ini setelah seluruh tim gabungan pencarian melakukan evaluasi dan koordinasi Jumat (29/1/2021) kemarin. Mereka putuskan perpanjangan tiga hari.
Tiga hari ke depan Tim SAR Gabungan akan menarik bangkai kapal TB Mitra Jaya XIX yang tenggelam dengan tali kawat (wire rope) oleh tiga Tug Boat milik Pelindo III menuju perairan dangkal.
Bangkai kapal lantas dibalik sehingga penyelam dari Kantor SAR Surabaya dapat melakukan penyisiran ke seluruh bagian kapal TB Mitra Jaya XIX.
“Kemarin kami sudah melakukan pencarian di bangkai kapal tapi penyelam tidak bisa sampai masuk ke bagian dalam kapal,” kata I Wayan Suyatna Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, Sabtu (30/1/2021).
Tim SAR berharap, kata Suyatna, dengan pembalikan bangkai kapal sesuai rencana Tim Gabungan, pencarian korban bisa lebih mudah dan penyelam bisa menjangkau bagian dalam kapal itu.
Sebelumnya Tim SAR Gabungan sudah berupaya melakukan pencarian melibatkan KN SAR Antasena di perairan Karang Jamuang. Tim penyelam juga sudah menyisir area sekitar bangkai kapal.
Para petugas pencarian itu menduga, korban masih terjebak di dalam kapal. Perpanjangan tiga hari ini diharapkan mampu memberikan hasil baik, menemukan lima ABK yang sampai saat ini dinyatakan hilang
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli Perwira Jaga Kesayabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kabupaten Gresik Hendro Cahyono membenarkan tentang perpanjangan pencarian lima ABK selama tiga hari.
“Iya belum ditemukan lima ABK yang hilang, karena posisi pintu kapal sukit dibuka dengan tertutup lumpur di laut. Kini sudah ditarik kandas ke perairan Ketapang Madura mas,” terang Hendro.
Sebelumnya tambah Hendro, pencarian lima ABK dengan menyisir lokasi kejadian dan kapal diseret ke bibir pantai Ketapang Madura. (nul)
Editor : Redaksi
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Akui Ada Kekurangan Selama Lima Tahun Kepengurusan
KLIKJATIM.Com | Jombang – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021–2026 yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yah…
Pemkab Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama sejumlah organisasi dan elemen masyarakat mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp250 j…
Pompa Listrik PLN Bantu Atasi Krisis Air Petani Desa Mekarsari
KLIKJATIM.Com | Bandung – Persoalan keterbatasan air saat musim kemarau menjadi tantangan bagi petani di Desa Mekarsari. Kondisi tersebut kini mulai teratasi s…
Rayakan HUT ke-81 RI, BKMS Gelar Tenant Independence Games hingga Fun Walk
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) bersama para tenant di kawasan Java Integrated Industrial and Por…
BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
KLIKJATIM.Com | Gresik – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu memahami bahwa tidak seluruh jenis pelayanan kesehatan masuk dalam cakupan pembiayaan B…
PT Smelting Bidik 30.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir Gresik
PT Smelting mengawali Program Konservasi Mangrove “Pesisir Lestari” dengan menanam 10.000 mangrove di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa T…