KLIKJATIM.Com | Jombang - Puluhan pelajar lintas agama bersama stakeholder terkait lakukan konservasi air di sungai Rejoagung IV Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan Sabtu (11/5/2024).
Dengan semangat kebhinekaan dari berbagai unsur lintas agama tersebut, diantaranya agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindhu dan Konghuchu menyatukan kegiatan konservasi sungai bertajuk “Interfaith Student For River Conservation”.
Inisiator kegiatan sekaligus Ketua DPW Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Jombang, Maftuhah Mustiqowati mengungkapkan jika dalam hal peduli lingkungan tidak hanya menjadi tanggungjawab beberapa golongan saja.
"Sehingga dengan menyatukan pelajar dari berbagai unsur lintas agama dalam kegiatan ini sebagai wujud peduli terhadap ekosistem lingkungan hidup, salah satunya dengan konservasi air sungai," kata perempuan yang juga Kepala Madrasah dan Pengasuh Ponpes Al Hikam ini.
Dalam kegiatan itu juga dimulai dengan doa lintas iman dari berbagai tokoh lintas agama, yang menurut Ika sapaan akrabnya bahwa hal serupa diharapkan sebagai kegiatan berkontinyu.
"Para tokoh agama berharap kegiatan yang melibatkan pelajar lintas iman sering diadakan sebagai bentuk merawat kebhinekaan melalui lingkungan hidup," lanjutnya.
Menurut Ika kegiatan konservasi sungai merupakan tonggak awal kegiatan yang melibatkan pelajar lintas agama tidak hanya di Kabupaten Jombang saja, melainkan pelajar luar Kabupaten yang turut berpartisipasi dengan total sejumlah sekitar 50 pelajar, dikemas dengan hal menarik.
"Hal menarik sebelum kegiatan para pelajar mengutip ayat-ayat tentang air yang ada dalam kitab suci masing-masing agama, supaya memberikan pemahaman bahwa kegiatan konservasi sungai adalah bagian dari perintah agama," ungkapnya.
Selain itu juga turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir mengapresiasi kegiatan konservasi sungai pelajar lintas agama ini.
Baca juga: Janji Temu di Stasiun Bablas Hotel, Oknum Staf Bawaslu Jombang Diciduk Polisi Diduga Setubuhi Adik Ipar“Agenda kegiatan hari ini luar biasa, anak-anak lintas agama bersama sama bersepakat untuk berperan aktif dalam rangka menjaga bumi yang di pijak, air yang diminum dan udara yang dihirup, wujud dari menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa melalui lingkungan hidup serta mendukung program pemerintah yang sedang giat mengusung program moderasi beragama," tuturnya.
Pun dengan diungkapkan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan RTH (Ruang Terbuka Hijau) DLH Kabupaten Jombang, Amin Kurniawan pentingnya peran serta pelajar dalam pengelolaan sumberdaya air.
"Alam mempunyai kemampuan untuk purifikasi yaitu bisa memulihkan dirinya sendiri. Meski mempunyai kemampuan tersebut, kalau limbah yang dibuang jumlahnya terlalu banyak, maka lingkungan tidak mampu untuk memulihkan dirinya. Artinya, alam juga mempunyai kapasitas. Kita sebagai pemuda dan pelajar wajib untuk melestarikan dan menjaga lingkungan sekitar. Tujuannya, agar tidak terlalu banyak sampah/limbah yang terbuang ke sungai,” tambahnya.Sementara itu, dari unsur organisai Ecoton, Amiruddin Muttaqin menjelaskan, pemantauan kualitas air sungai dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Salah satunya dengan biotilik, mikroplastik dan kualitas air lainnya berbasis “citizen science” yaitu ilmu sains berbasis masyarakat.
"Tujuannya agar masyarakat dengan mudah menilai kualitas air di sekitarnya tanpa harus ke laboratorium,” katanya.
Selanjutnya dalam kegiatan konservasi sungai ini, puluhan pelajar lintas agama dibagi menjadi 3 kelompok untuk melakukan uji kualitas air meliputi biomonitoring biotilik, identifikasi mikroplastik dan uji air parameter fisika dan kimia.
Hasilnya, di sungai Rejoagung IV ditemukan pencemaran air dari limbah amonima yang berasal dari limbah rumah tangga serta bebas dari limbah pestisida, dan ditemukan mikroplastik bentuk fiber, filamen dan fragmen. Kategori pencemarannya tergolong tercemar sedang.
Sehingga sebagai aksi berkelanjutan konservasi sungai, hasil dari penelitian para pelajar lintas agama ini, HPAI akan mengagendakan kegiatan berupa aksi untuk memulihkan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan. (qom)
Editor : Diana