klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Jember Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya,

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Puluhan warga di Dusun Pecitalang, Desa Karangkedawung gotong royong dan swadaya setelah kondisi jalan rusak
Puluhan warga di Dusun Pecitalang, Desa Karangkedawung gotong royong dan swadaya setelah kondisi jalan rusak

KLIKJATIM.Com | Jember  -Puluhan warga di Dusun Pecitalang, Desa Karangkedawung, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan perbaikan jalan secara gotong royong dan swadaya setelah kondisi jalan rusak parah dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas. 


Aksi tersebut dilakukan sejak beberapa hari terakhir sebagai bentuk kepedulian masyarakat setempat yang merasa tidak ada penanganan serius terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung cukup lama.


Perwakilan warga, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa inisiatif perbaikan jalan muncul dari rasa prihatin sekaligus kelelahan warga yang berulang kali menyaksikan kecelakaan di lokasi tersebut. 


Ia menyebut, insiden kecelakaan bahkan terjadi secara rutin setiap dua hingga tiga hari sekali. “Awalnya karena empati kami terhadap para korban yang jatuh. Hampir dua hari sekali selalu ada yang kecelakaan. Kami capek juga sudah melapor ke sana-sini, tapi belum ada tindak lanjut yang jelas,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/4/2026).


Menurut Hadi, kondisi jalan yang rusak diperparah oleh lalu lalang kendaraan berat bertonase besar, seperti truk pengangkut pasir dan material tambang, yang melebihi kapasitas jalan. 


Ia menyebut jalan tersebut hanya berkapasitas sekitar lima ton, namun kerap dilintasi kendaraan dengan beban hingga 10–12 ton. Selain itu, kerusakan juga dipicu oleh perbaikan sebelumnya yang dinilai tidak merata. 


“Dulu pernah diperbaiki, tapi hanya sebagian. Yang rusak parah justru tidak tersentuh, akhirnya makin parah,” katanya.


Perbaikan jalan dilakukan secara mandiri dengan iuran warga serta dukungan sukarela dari sejumlah dermawan. Hadi menegaskan, kegiatan tersebut bukan untuk mencari perhatian, melainkan murni bentuk kepedulian sosial. 


“Ini bukan karena kami ingin pamer punya uang. Ini murni empati masyarakat kecil agar tidak ada lagi yang jadi korban,” ucapnya.


Sebanyak sekitar 30 orang warga, termasuk kepala desa setempat, terlibat langsung dalam proses perbaikan yang telah berlangsung selama empat hari. 


Metode pengecoran dipilih dengan ketebalan sekitar 15 sentimeter, mengacu pada konstruksi jalan yang dinilai lebih kuat menahan beban kendaraan berat. 


Total panjang jalan yang diperbaiki mencapai sekitar 80 meter, termasuk beberapa titik kerusakan lain di sepanjang jalur tersebut.


Hadi menambahkan, selama proses pengecoran, jalan rencananya akan ditutup sebagian untuk sementara selama kurang lebih 10 hari. Agar material dapat mengering sempurna. 


Hal ini penting mengingat intensitas kendaraan berat yang melintas di jalur penghubung antara Kecamatan Mayang dan Mumbulsari tersebut cukup tinggi, bahkan menjadi akses alternatif dari wilayah selatan seperti Balung dan Puger menuju Banyuwangi.


Terkait aksi yang dilakukan secara swadaya itu, Hadi menambahkan, sebelumnya sudah pernah dilakukan laporan ke Pemkab Jember.


"Karena kami sudah apa ya? Capek juga gitu loh Mas, capek lapor sana lapor sini, habis itu dilempar sama "Wadul Gusse Gusse sing mana?" saya juga nggak tahu, padahal Gus-nya itu tiga, empat, lima hari kemarinnya itu sudah lewat sini loh Mas," ungkapnya.


"Saya ada undangan juga waktu di Desa Suco itu. Apa ya? Kayak tidak ada empati sama sekali daripada pemimpin kami gitu loh Mas, ya kan? Akhirnya dilakukan perbaikan jalan swadaya ini," imbuhnya.


Salah satu pengguna jalan, Sudaryanto (47), warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, mengakui kondisi jalan di lokasi tersebut memang membahayakan. 


Ia menyebut kerusakan jalan ditambah material pasir yang berserakan sering menyebabkan pengendara tergelincir.


“Memang sering ada yang jatuh di sini. Jalannya rusak dan licin karena pasir. Saya salut warga sini mau bergerak sendiri memperbaiki,” kata Sudaryanto.


Warga berharap upaya swadaya tersebut dapat menjadi solusi sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan, sekaligus mendorong perhatian dari pihak terkait agar dilakukan perbaikan permanen dengan standar yang lebih memadai.


"Semoga nanti dari pemerintah ada perhatian dan penguatan jalan, jadi tidak lagi rusak," tandasnya.

Editor :