klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lelah Menunggu Janji, Warga Karangkedawung Jember Patungan Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Warga Dusun Pecitalang, Desa Karangkedawung, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya. (Ist)
Warga Dusun Pecitalang, Desa Karangkedawung, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Jember – Puluhan warga di Dusun Pecitalang, Desa Karangkedawung, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, akhirnya mengambil langkah ekstrem. Dipicu rasa lelah melihat rentetan kecelakaan yang terjadi hampir setiap dua hari sekali, mereka bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya sejak beberapa hari terakhir.

Aksi ini merupakan bentuk murni kepedulian masyarakat yang merasa aspirasi mereka tidak segera direspons oleh pihak berwenang, meski kerusakan jalan penghubung Kecamatan Mayang dan Mumbulsari ini sudah berlangsung sangat lama.

Perwakilan warga, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa inisiatif pengecoran jalan ini lahir dari rasa prihatin. Menurutnya, jalur tersebut telah menjadi "langganan" kecelakaan bagi pengendara yang melintas.

“Awalnya karena empati kami terhadap para korban yang jatuh. Hampir dua hari sekali selalu ada yang kecelakaan. Kami capek juga sudah melapor ke sana-sini, tapi belum ada tindak lanjut yang jelas,” ujar Hadi dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi, Sabtu (18/4).

Hadi juga menyentil kurangnya respons dari pimpinan daerah, padahal jalur tersebut sering dilintasi. Ia merasa ada jarak antara keluhan warga dengan tindakan nyata dari pemegang kebijakan.

"Kami sudah capek lapor sana-sini, habis itu dilempar. Saya juga bingung, padahal pemimpin kami beberapa hari sebelumnya sudah lewat sini loh Mas. Seolah tidak ada empati sama sekali, akhirnya kami bergerak sendiri," imbuhnya.

Kondisi jalan di Dusun Pecitalang diperparah oleh kendaraan berat pengangkut pasir yang tonasenya mencapai 10–12 ton, jauh melebihi kapasitas jalan yang hanya lima ton. Guna mengantisipasi hal tersebut, warga memilih metode pengecoran dengan ketebalan 15 sentimeter sepanjang 80 meter.

Sekitar 30 warga, termasuk Kepala Desa setempat, turun tangan langsung dalam proses pengerjaan yang sudah memasuki hari keempat. Biaya perbaikan berasal dari iuran warga dan bantuan para dermawan.

“Ini bukan karena kami ingin pamer punya uang. Ini murni empati masyarakat kecil agar tidak ada lagi yang jadi korban,” tegas Hadi.

Jalan ini merupakan akses strategis yang menghubungkan wilayah selatan seperti Balung dan Puger menuju Banyuwangi. Sudaryanto (47), seorang pengguna jalan, mengakui betapa bahayanya jalur tersebut sebelum diperbaiki oleh warga.

“Memang sering ada yang jatuh di sini. Jalannya rusak dan licin karena pasir. Saya sangat salut warga di sini mau bergerak sendiri memperbaiki,” kata Sudaryanto.

Guna memastikan material cor mengering sempurna, jalan rencananya akan ditutup sebagian selama kurang lebih 10 hari. Warga berharap aksi swadaya ini dapat mengetuk pintu hati pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen dengan standar yang sesuai agar infrastruktur tidak kembali hancur dalam waktu singkat.

Editor :