klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Teror Batu di Jember! Pria 44 Tahun Terluka, Pelaku Lama Bikin Warga Resah

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Korban Mustofa (Baju Putih di Tengah) Saat Dikonfirmasi Sejumlah Wartawan.
Korban Mustofa (Baju Putih di Tengah) Saat Dikonfirmasi Sejumlah Wartawan.

KLIKJATIM.Com | Jember  -Seorang warga di Dusun Kemiri Songo RT 04 RW 14, Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami luka cukup parah setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang pemuda berinisial RS (35), yang disebut telah lama meresahkan warga sejak 2019.

Korban, Mustofa (44), harus menjalani perawatan medis setelah bagian belakang kepalanya terkena lemparan batu. Ia mendapatkan tiga jahitan akibat luka tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, saat korban hendak berangkat berjualan. Mustofa mengaku tidak menyadari dirinya diikuti hingga akhirnya diserang di sekitar depan sebuah sekolah menengah atas di wilayah tersebut.

“Saya tidak tahu ada yang mengikuti. Saat di depan SMA, tiba-tiba saya dilempar batu dan mengenai bagian belakang kepala,” ujarnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Sabtu (18/4/2026).

Mustofa menduga aksi tersebut bukan tindakan spontan, melainkan telah direncanakan. Ia juga mengaku tidak mengetahui motif pelaku melakukan penyerangan.

Usai kejadian, korban sempat berupaya mengejar pelaku, namun menghentikan langkahnya karena kondisi penglihatan mulai terganggu akibat luka yang diderita. Ia kemudian pulang untuk meminta bantuan keluarga sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mumbulsari.

Setelah membuat laporan, korban menjalani visum dan mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Mustofa juga mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama dirinya menjadi sasaran pelaku. Pada 2019, ia mengaku pernah diancam akan dibunuh, bahkan pelaku sempat masuk ke rumahnya.

“Ini sudah kedua kalinya saya jadi korban. Dulu pelaku pernah mengancam akan membunuh saya,” katanya.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, aksi meresahkan yang diduga dilakukan pelaku disebut telah terjadi berulang kali. Bahkan, disebutkan ada sejumlah warga lain yang juga pernah menjadi korban, termasuk ibu kandung pelaku yang dilaporkan mengalami patah tulang akibat kekerasan.

Mustofa berharap agar pelaku segera ditindak secara hukum. Ia juga menekankan pentingnya penanganan medis apabila pelaku действительно mengalami gangguan kejiwaan.

“Kalau memang ada gangguan kejiwaan, harus ditangani secara medis dengan benar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW 14 Desa Lampeji, Zainal Arifin, membenarkan adanya keresahan warga terhadap sosok pemuda tersebut. Ia menyebut pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Warga memang sering mengeluhkan aksi pelemparan batu dan perilaku meresahkan lainnya,” ujarnya.

Namun, Zainal mengaku belum menerima laporan resmi terkait jumlah korban yang disebut mencapai delapan orang maupun adanya ancaman pembunuhan.

“Kalau jumlah korban sebanyak itu saya belum bisa memastikan karena tidak semua warga melapor,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya siap menindaklanjuti jika ada laporan resmi dari warga. Namun, jika kasus telah ditangani kepolisian, maka menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

Hingga kini, pihak Polsek Mumbulsari masih melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus. Kapolsek Mumbulsari AKP Agus Senja belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penanganan perkara.

Editor :