klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Damkar Jember Dapat Laporan Kebakaran Fiktif, Pelapor Diduga dari Bandung dan Terancam Diproses

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Pelapor informasi kebakaran yang diduga fiktif
Pelapor informasi kebakaran yang diduga fiktif

KLIKJATIM.Com | Jember  -Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Jember mendapat laporan kebakaran rumah yang diduga palsu atau “prank” dari seorang pelapor tak dikenal, Sabtu (11/4/2026) malam. Akibat laporan tersebut, petugas sempat dikerahkan ke lokasi yang disebutkan, namun setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya peristiwa kebakaran sebagaimana dilaporkan.


Komandan Regu (Danru) B Mako Damkarmat Pemkab Jember, Dwi Atmoko, menjelaskan bahwa laporan awal diterima melalui call center sekitar pukul 18.30 WIB. 


Pelapor diketahui bernama Putra Ardiansyah dengan nomor ponsel +628122973xxxx. Pelapor tak dikenal itu, menyebut terjadi kebakaran rumah di wilayah Klatakan, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, tepatnya di perbatasan Bangsalsari-Tanggul, sekitar area SPBU Al-Qodiri. 


“Kami menerima telepon dari call center terkait adanya kebakaran rumah. Pelapor juga mengirimkan shareloc, foto, serta nomor telepon yang masih aktif,” ujar Dwi saat dikonfirmasi di Mako Damkarmat Jember.


Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkarmat langsung bergerak menuju lokasi dengan mengacu pada titik koordinat yang dikirim. Namun dalam perjalanan, petugas mulai menemukan kejanggalan. 


Dwi menyebut, saat dilakukan panggilan ulang kepada pelapor, tidak terdengar suasana kepanikan yang lazim terjadi dalam kondisi darurat. 


“Di dalam telepon itu tidak ada tanda-tanda kepanikan, suasananya hening. Bahkan saat kami hubungi kembali, telepon tiba-tiba dimatikan,” katanya.


Petugas kemudian mencoba mengonfirmasi melalui pesan singkat lewat aplikasi Whatsapp. Pelapor sempat membalas dengan petunjuk lokasi tambahan, yakni “masuk gang dekat lapangan”. 


Meski demikian, saat tim tiba di lokasi sesuai titik yang dibagikan, tidak ditemukan adanya kebakaran. Warga setempat juga memastikan tidak ada kejadian kebakaran di wilayah tersebut.


Setelah memastikan laporan tersebut tidak benar, petugas berupaya kembali menghubungi pelapor untuk klarifikasi. Namun, nomor yang digunakan sudah tidak dapat dihubungi dan bahkan memblokir komunikasi melalui aplikasi Whatsapp. 


Selanjutnya dari kejadian, lebih lanjut kata Dwi, Pihak Damkarmat kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk menelusuri identitas pelapor.


“Hasil koordinasi sementara, nomor tersebut teridentifikasi berada di wilayah Bandung, Jawa Barat, atas nama Putra Ardiansyah,” ungkap Dwi. 


Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari pelapor untuk memberikan klarifikasi dalam waktu 1x24 jam sejak kejadian.


Dwi menegaskan, laporan palsu seperti ini sangat merugikan dan berisiko bagi petugas. Selain membuang waktu dan sumber daya, tindakan tersebut juga dapat membahayakan keselamatan personel di lapangan. 


“Kami berangkat bertugas itu nyawa taruhannya. Ketika menerima laporan, kami harus bergerak cepat dengan target response time maksimal 15 menit. Tapi kalau ternyata diprank, tentu ini sangat merugikan,” tegasnya.


"Terlebih ditengah kondisi saat ini, sesuai petunjuk dari pimpinan perihal efisiensi anggaran. Saat bertugas, itu kan menggunakan BBM," imbuhnya.


Ia juga mengungkapkan bahwa pelapor menggunakan modus yang cukup meyakinkan, yakni dengan mengirimkan foto kebakaran yang sekilas terlihat valid. 


Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, foto tersebut ternyata bukan berasal dari kejadian di Jember. 


“Setelah kami amati, foto itu ada kejanggalan. Itu gambar mobil pemadam dari luar negeri, diduga dari Paraguay, yang dipotong sehingga terlihat seperti kejadian nyata,” jelasnya.


Atas kejadian ini, Damkarmat Jember mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak membuat laporan palsu. 


Menurut Dwi, petugas pemadam kebakaran bekerja selama 24 jam dan selalu mengedepankan kepercayaan terhadap laporan masyarakat. 


“Kami mohon kerja samanya, jangan pernah mem-prank petugas. Risiko di jalan, kondisi darurat, hingga keselamatan anggota itu nyata. Saat kami naik armada, 50 persen nyawa kami sudah dipertaruhkan,” ujarnya.


Pihak Damkarmat juga membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum jika pelapor tidak menunjukkan itikad baik dalam waktu yang telah ditentukan. 


“Kami tunggu 1x24 jam. Jika tidak ada klarifikasi, langkah selanjutnya akan ditentukan pimpinan, termasuk kemungkinan berkoordinasi lebih lanjut dengan kepolisian,” pungkasnya.

Editor :