KLIKJATIM.Com | Gresik - Kebiasaan calon bupati (Cabup) Gresik, Moch Qosim berceramah di masjid membuat kubu Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (Niat) meradang. Melalui Tim Advokasi dan Hukum Niat, mereka keberatan Moch Qosim berceramah di masjid. Alasannya, tempat ibadah dijadikan ajang kampanye.
[irp]
Baca juga: Pansus DPRD Gresik Desak Pemkab Tingkatkan Optimisme Proyeksi Fiskal dalam RPJMD 2025–2030
Ketua Tim Advokasi dan Hukum Niat, Irfan Choirie mengatakan, pihaknya sudah berkirim surat ke Bawaslu terkait dugaan masjid dijadikan sarana kampanye. Surat nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 perihal keberatan berisi ‘Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tausiah’ ke Bawaslu Gresik.
Pertama, adanya surat pemberitahuan dari takmir Masjid Al Amin di Perum Sidorukun Indah Jl Riau Gresik terkait tausiah dari salah satu Cabup Gresik usai sholat shubuh. “Kami sudah memberitahukan ke Bawaslu Gresik soal takmir masjid setempat yang mengundang salah satu cabup mengisi tausiah usai sholat shubuh,” katanya, Sabtu (17/10/2020).
Baca juga: Polisi Akan Panggil Orang Tua dan Guru Remaja yang Tenteng Celurit di Kabupaten Gresik
Irfan Choirie menuturkan, masjid merupakan tempat ibadah dan potensinya sarat dijadikan kampanye. Apalagi masyarakat sudah tahu paslon 01 merupakan Cabup Gresik. “Intinya kami keberatan kegiatan ceramah di masjid karena itu kami melayangkan surat ke Bawaslu Gresik,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Bawaslu Gresik, Imron Rosyadi saat dihubungi menyatakan, pada prinsipnya tempat ibadah dilarang dijadikan kampanye dan itu sudah ada aturannya. “Prinsipnya kami tidak melarang orang melakukan ibadah atau lainnya. Yang dilarang saat beribadah malah isinya kampanye hal ini yang dicegah,” paparnya.
Baca juga: Bosda 2023 Tak Cair Separuh, Komisi IV DPRD Gresik Beri Catatan Evaluasi
Saat ditanya soal keberatan paslon nomor urut 02 yang melayangkan . Dijelaskan Imron Rosyadi, sampai saat ini suratnya belum masuk. “Kalaupun sudah masuk biasanya di grup whatsapp diinformasikan. Tapi saya cek lagi ke petugas yang jaga,” pungkasnya.
Hanya saja dalam surat yang beredar di media sosial nomor 019/TIM-NIAT/X/2020 perihal keberatan berisi ‘Gerakan Sholat Shubuh Berjamaah dan Tausiah’ ke Bawaslu Gresik itu agak janggal. Sebab, kubu Niat melaporkan surat pemberitahuan dari takmir Masjid Al Amin di Perum Sidorukun Indah Jl Riau Gresik terkait tausiah dari salah satu Cabup Gresik usai sholat shubuh itu tertanggal 18 Oktober 2020. Padahal surat tersebut sudah dilayangkan oleh pihak takmi sejak 14 Oktober ke Panwaslu Kecamatan Gresik Kota. (hen)
Editor : Redaksi