klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pimpin Panen di Madiun, Gubernur Khofifah Targetkan Jatim Ekspor Beras ke Pasar Global

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
PANEN RAYA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin prosesi panen padi dan menyerahkan bantuan Alsintan kepada petani di Desa Gading, Madiun, Jumat (8/5/2026). (Foto: Istimewa)
PANEN RAYA: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin prosesi panen padi dan menyerahkan bantuan Alsintan kepada petani di Desa Gading, Madiun, Jumat (8/5/2026). (Foto: Istimewa)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jumat (8/5/2026).

Langkah ini mempertegas posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus motor penggerak kedaulatan pangan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan data terbaru BPS per 4 Mei 2026, potensi produksi padi Jatim periode Januari–Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,62 juta ton GKG, meningkat 5,28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Produktivitas pertanian Jawa Timur tetap tumbuh positif dan resilien di tengah tantangan global dan perubahan iklim. Insya Allah, Jatim tetap menjadi tumpuan kedaulatan pangan yang dicanangkan Pak Presiden Prabowo," ujar Gubernur Khofifah optimis.

Melihat konsistensi surplus beras di Jawa Timur, Khofifah mengaku optimis suplai pangan akan mencukupi hingga tahun depan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi Jawa Timur untuk mulai membidik pasar ekspor ke mancanegara.

Guna mencapai target tersebut, Khofifah menekankan pentingnya Modernisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Penggunaan teknologi seperti transplanter, rotavator, drone sprayer, hingga combine harvester dinilai sangat efektif untuk menarik minat generasi milenial dan Gen Z terjun ke sektor pertanian.

"Teknologi ini sangat friendly dengan anak-anak muda. Kita ingin mereka tidak semua lari ke kota, tetapi menjadi bagian dari penguat sektor pertanian di desa," tambahnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan lima langkah strategis untuk menjaga stabilitas produksi pangan. 

Yang pertama percepatan tanam memanfaatkan benih unggul bersertifikat yang tahan kekeringan. Yang kedua optimalisasi Alsintan guna meningkatkan efisiensi proses olah tanah hingga panen.

Yang ketiga pola tanam adaptif sebagai mitigasi perubahan iklim berbasis teknologi, serta penguatan irigasi dengan optimalisasi pompanisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier dan sistem pelaporan cepat penanganan dini terhadap bencana alam dan serangan hama (OPT).

Plh. Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI, Tin Latifah, yang turut hadir, mengapresiasi kontribusi Jatim. Ia mencatat hingga Mei 2026, Jatim telah menyumbang realisasi tanam sebesar 238.000 hektar.

"Kami sangat yakin prediksi peningkatan produksi 5% di Jawa Timur akan tercapai dengan mitigasi yang tepat," jelasnya.

Senada, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan kesiapan wilayahnya sebagai garda terdepan penjaga surplus beras. Sebagai informasi, pada tahun 2025, Kabupaten Madiun mencatat produksi sebesar 480 ribu ton GKG dengan produktivitas mencapai 7 ton per hektar di beberapa titik.

Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan Alsintan berupa unit hand traktor, cultivator, combine harvester besar, hingga rotavator kepada kelompok tani Sumber Rukun sebagai perwakilan petani Kecamatan Balerejo. 

Editor :