KLIKJATIM.Com | Gresik – Bagi anak sekolah yang tidak bisa mengikuti pembelajaran melalui sistem dalam jaringan (daring) saat memasuki ajaran baru tahun 2020-2021 nanti tidak perlu khawatir. Sebab Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik memberikan kelonggaran, dengan meminta gurunya untuk datang ke rumah peserta didik masing-masing atau melalui sistem luar jaringan (luring).
"Siswa yang tidak mampu, guru kelas tanggung jawab untuk kunjungan ke rumah-rumah siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik, Mahin saat ditemui di Kantornya, Rabu (22/7/2020).
Baca juga: Terseret Pancing ke Tengah Tambak, Pria di Menganti Ditemukan Meninggal Dunia Setelah 5 Jam Dicari
[irp]
Perlu diketahui ada dua kategori siswa yang dimaklumi untuk tidak mengikuti sistem daring. Antara lainnya bagi siswa tidak mampu membeli paketan, dan siswa yang tidak mempunyai fasilitas wifi atau jaringan internet di daerah tempat tinggalnya kurang memadai. Sehingga gurunya pun harus jemput bola dengan mendatangi rumah mereka.
Mahin menuturkan, dalam pemberian fasilitas kuota paket internet sebenarnya sudah ada. Dan, pengadaan kuota gratis untuk siswa ini dilakukan oleh masing-masing lembaga.
Baca juga: Semen Gresik Raih Top Brand Award 2026, Bukti Kepercayaan Konsumen Tetap Kuat
"Fasilitas meliputi kouta gratis anggarannya sudah di masing-masing lembaga, jadi tinggal menyesuaikan kemampuan lembaga masing-masing. Termasuk guru yang kunjungan ke rumah-rumah siswa," tandasnya.
[irp]
Selanjutnya, untuk bantuan ke lembaga meliputi bantuan operasional daerah (Bosda) senilai Rp 20 Miliar dan Bos APBN Rp 70 Miliar. Dana tersebut untuk SD maupun SMP Negeri.
Baca juga: BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
"Sedangkan anggaran seragam gratis ditarik untuk tahun ini (SD dan SMP), karena untuk fokus penanganan Covid-19," tambah Mahin.
Sedangkan untuk sekolah swasta, lanjut Mahin, ada hibah bosda yang masih utuh dengan rincian bantuan seragam untuk personal kepada calon siswa. (nul)
Editor : Redaksi