KLIKJATIM.Com | Gresik – SMP Mu’allimat NU Gresik mengisi peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan kegiatan ziarah wali dan pengenalan tradisi Bubur Suro kepada para siswi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai keislaman sekaligus melestarikan tradisi Islam Nusantara yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Puluhan siswi berjalan kaki dari lingkungan sekolah di Jalan KH Hasyim Asy’ari menuju sejumlah makam wali yang berada di sekitar Kota Gresik. Selama perjalanan, para guru turut mendampingi dan memastikan kegiatan berlangsung tertib.
Tujuan pertama ziarah adalah Makam Nyai Ageng Arem-Arem di Kelurahan Pekelingan. Di lokasi tersebut, para siswi bersama guru membaca Surah Yasin, tahlil, dan doa. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Makam Raden Santri untuk mengikuti rangkaian doa serupa sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama penyebar Islam.
Usai ziarah, para siswi kembali ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran tentang tradisi keagamaan masyarakat Nahdliyin pada bulan Muharram. Salah satu materi yang diberikan adalah sejarah dan makna Bubur Suro yang disampaikan guru pembiasaan amaliah Aswaja, Ustadzah Chakimah.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Bubur Suro bukan sekadar sajian kuliner khas awal Bulan Muharam, tetapi juga sarana menumbuhkan rasa syukur serta mengenalkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda.
“Sudah puluhan tahun SMP Mu’allimat ini menggelar tradisi Bubur Suro dalam menyambut Tahun Baru Islam,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Chakimah, selama bertahun-tahun sekolah terus berupaya mengenalkan tradisi tersebut melalui berbagai cara, mulai dari memasak bersama hingga lomba menghias Bubur Suro. Tahun ini, fokus kegiatan diarahkan pada pemahaman makna dan nilai yang terkandung di balik tradisi tersebut.
Ia juga mengajak para siswi mengisi awal tahun hijriah dengan berbagai amalan positif, seperti berpuasa, bersedekah, bersilaturahmi, berziarah, dan menjenguk orang sakit.
Salah satu siswi kelas VIII, Amanda, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui rangkaian kegiatan tersebut. Selain menambah pengetahuan tentang tradisi Muharram, kegiatan itu juga membuatnya lebih memahami warisan budaya keagamaan yang selama ini dijaga warga Nahdlatul Ulama.
Kepala SMP Mu’allimat NU Gresik, Syarifuddin, mengatakan kegiatan ziarah dan tradisi Bubur Suro diharapkan dapat memperkuat spiritualitas siswa sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Islam Nusantara.
Menurutnya, pelestarian tradisi keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya dan sejarah para ulama pendahulu.
“Melalui kegiatan ziarah dan tradisi Bubur Suro, kami berharap para siswi semakin mencintai warisan budaya Islam Nusantara serta memiliki kesadaran untuk ikut melestarikannya,” katanya.
Editor : Abdul Aziz Qomar