Aktivitas Meningkat, Bandara Notohadinegoro Jember dan Basarnas Teken PKS Tanggap Darurat Penerbangan

Reporter : Muhammad Hatta
Pengecekan Fasilitas dan Alat Keselamatan penerbangan di kawasan landasan Bandara Notohadinegoro Jember, Jawa Timur.

KLIKJATIM.Com | Jember – Keselamatan dan kesiapsiagaan darurat penerbangan kini menjadi fokus utama seiring dengan tren peningkatan aktivitas transportasi udara di Bandara Notohadinegoro Jember, Jawa Timur.

Guna mengantisipasi dan merespons potensi keadaan darurat kedirgantaraan, Bandar Udara Notohadinegoro dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi resmi memperkuat koordinasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (13/8/2026).

Baca juga: Menerapkan Prinsip CSV, Program TJSL PLN Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan di Berbagai Daerah

Kerja sama lintas instansi ini tidak sekadar mengatur urusan administratif, melainkan difokuskan untuk memastikan kesiapan penuh unsur pencarian dan pertolongan (SAR) apabila terjadi kondisi darurat penerbangan di wilayah Jember dan sekitarnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menegaskan bahwa kesiapan operasional menghadapi keadaan darurat mutlak harus dibangun sebelum sebuah insiden benar-benar terjadi. Kecepatan respons sangat krusial, mulai dari penerimaan informasi awal hingga proses evakuasi di lapangan.

"Kerja sama ini bukan sekadar dokumen formal, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap unsur memahami tugas, peran, prosedur, dan mekanisme koordinasi ketika terjadi keadaan darurat," ujar I Made Oka Astawa saat dikonfirmasi wartawan di Jember, Jumat (14/8/2026).

Menurut Made, keselamatan penerbangan merupakan ekosistem tanggung jawab yang melibatkan banyak pihak. Basarnas hadir sebagai salah satu pilar penunjang keselamatan bersama dengan pihak regulator, AirNav Indonesia, BMKG, dan unsur internal keselamatan bandara.

"Setiap penerbangan sipil, gabungan dari regulator, terus kemudian AirNav, kemudian ada BMKG dan kami dari Basarnas, agar hadir di dalam men-support setiap ada penerbangan, untuk terkait dengan keselamatan penerbangan sipil," jelas Made.

Baca juga: Targetkan 100 Truk Peti Kemas, Pelindo Terminal Petikemas dan Pelindo Regional 3 Gelar Uji Emisi di TTL dan TPS

Ke depan, implementasi PKS ini akan diwujudkan melalui serangkaian program penguatan kapasitas. Basarnas siap menyokong fasilitas keselamatan bandara, termasuk unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK). Skema penguatan ini meliputi pertukaran informasi, latihan SAR bersama, table top exercise, simulasi kedaruratan, hingga evaluasi sistem komunikasi dan akses evakuasi.

"Misalnya sudah ada PKP-PK, dan kami akan melakukan kerja sama untuk pembinaan, terus kemudian bagaimana berkolaborasi untuk keselamatan penerbangan yang ada di Jember ini. Dalam operasi SAR, kecepatan, ketepatan dan keselamatan merupakan satu kesatuan. Kita harus mampu bergerak cepat, mengambil tindakan yang tepat, terkoordinasi, dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," tegasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, memaparkan bahwa langkah strategis ini diinisiasi oleh Pemkab Jember melalui Dishub dan pengelola bandara, dengan didampingi langsung oleh unsur Otoritas Bandar Udara (OBU) serta AirNav.

Baca juga: Khofifah Dorong IKA UNAIR Jadi Kekuatan Strategis: Perkuat Jejaring, Buka Kolaborasi hingga Kancah Global

"Kami dari Pemkab Jember, terutama Dinas Perhubungan, Bandar Udara Notohadinegoro, dan Basarnas, melaksanakan perjanjian kerja sama tentang keselamatan penerbangan, terutama di Bandar Udara Notohadinegoro," ungkap Gatot.

Gatot menilai, jaminan aspek keselamatan SAR yang mumpuni sangat dibutuhkan agar sejalan dengan tren positif penerbangan di Jember, khususnya dengan mulai diaktifkannya rute komersial Jember menuju kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

"Mudah-mudahan dengan penandatanganan PKS ini, perkembangan penerbangan di Bandar Udara Notohadinegoro semakin menjanjikan dan meningkatkan keselamatan penerbangan. Terlebih aktifitas Bandar Udara Notohadinegoro Jember mulai meningkat, seiring penerbangan dari Jember ke luar kota seperti Jakarta dan Surabaya. Terima kasih kepada Basarnas yang sudah peduli dan mau mendukung kegiatan penerbangan di Bandar Udara Notohadinegoro," pungkas Gatot Triyono.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru