KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Event Grebeg Suro mulai digelar, Kamis (21/7/2022). Setelah 2 tahun absen karena pandemi Covid-19, kini masyarakat sangat antusias untuk menyaksikannya.
Sebanyak 3 ribu tiket pembukaan Grebeg Suro pun ludes terjual. Pantauan di lapangan juga banyak masyarakat yang rela melihatnya dari luar pagar, karena kehabisan tiket.
Baca juga: Sisihkan Uang Ngudek Kopi di Ponorogo, Wahyudi Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini
Pelaksanaan Grebeg Suro tahun 2022 ini berbeda dengan biasanya. Karena dalam pembukaannya tidak hanya tentang Reog. Namun masyarakat juga dihibur dengan musik religi yang dibawakan oleh Musafa Debu dan iringan 10 penari sufi.
Acara bertemakan Bergandeng Erat Bergerak Cepat Ponorogo Hebat ini dibuka dengan pecutan samandiman Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. "Konsepnya perpaduan antara budaya dan religius. Karena di Ponorogo juga ada pondok pesantren (ponpes)," ujar Kang Giri, sapaan Bupati Ponorogo.
Sehari sebelumnya, gelaran Grebeg Suro ini diawali dengan Simaan Quran dan Dzikrul Ghofilin di Pendopo. Tahun ini ada 52 rangkaian acara. Hal tersebut diklaim sebagai rangkaian terbanyak sepanjang sejarah.
Baca juga: Pulang Ngaji, 2 Bocah Ponorogo Ditemukan Tak Bernyawa di Kubangan
Kemudian Festival Reog Mini (FRM) XXVII yang turut dibuka kemarin malam, melibatkan pelajar sebagai bagian dari proses regenerasi. Sekaligus mewariskan budaya adiluhung Reog Ponorogo ke generasi ke depan. FRM diikuti sedikitnya 31 group reog perwakilan satuan pendidikan di kabupaten ini.
Ajang yang dinanti-nantikan, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXVII turut dibuka kemarin malam. Festival ini diikuti 27 group reog dari berbagai daerah di tanah air. Festival ini memerebutkan Piala Presiden.
Baca juga: Enam Rumah Warga Banaran Ponorogo Terdampak Longsor
"Ini bukti nyata bahwa Ponorogo siap menjadi bagian dari Unesco Creative Cities Networking atau Jaringan Kota Kreatif Dunia. Jejaring yang dihimpun Unesco ini," tambahnya.
"Mari bergandeng erat, bergerak cepat untuk menuju Ponorogo hebat,’’ pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad