KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Sejumlah embung (tempat pemampungan air) di Kabupaten Bojonegoro bakal dinormalisasi pemerintah. Ada tujuh embung di tujuh desa yang rencananya akan dinormalisasi tahun ini.
Kepala Bidang Air Baku dan Irigasi Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro, Iwan Kristian mengatakan, normalisasi sekaligus rehabilitasi embung ini dikerjakan dengan memberikan lapisan geomembran (pelapis anti bocor) di bagian dasar. Dengan lapisan geomembran, embung bisa menampung air meskipun di musim kemarau.
Baca juga: Lapas Bojonegoro Gandeng BNNK Tuban, Deklarasi Perang terhadap Narkoba dan HP Ilegal
"Ketika musim penghujan seperti ini, embung bisa menampung air," katanya, di Bojonegoro, Jumat (7/2/2020).
[irp]
Dijelaskan Iwan, ketika air telah ditampung di embung, warga bisa memanfaatkan airnya jika dilanda kekeringan. Jika air diolah juga bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
Baca juga: Distribusi LPG di Bojonegoro Capai 38 Ribu Tabung per Hari, Pasokan Diklaim Aman
"Embung yang dengan sistem geomembran airnya bisa untuk kebutuhan sehari-hari warga," ujarnya.
Tujuh embung yang akan dinormalisasi itu tersebar di tujuh desa, yakni Desa Megale, Desa Tlogoagung, Desa Geger dan Desa Drokilo di Kecamatan Kedungadem. Sedangkan di Kecamatan Sugihwaras embunng berada di Desa Sugihwaras. Kemudian Kecamatan Sekar ada di Desa Bobol, dan Kecamatan Gondang ada di Desa Pragelan.
[irp]
Baca juga: Sopir Mengantuk, Truk Provit Hantam Trailer Parkir di Bojonegoro
Iwan menambahkan, normalisasi dan rehabilitasi embung tersebut berdasarkan usulan proposal dari desa yang telah mendapatkan persetujuan dari Pemkab Bojonegoro. Nantinya, setelah embung jadi pengelolaannya sepenuhnya akan diserahkan kepada pemerintah desa.
"Jadi, jika ada desa yang ingin mengajukan pembangunan atau rehabilitasi embung, dapat mengajukan proposal kepada pemerintah," pungkasnya. (af/mkr)
Editor : M Nur Afifullah