KLIKJATIM.Com I Gresik — Kenaikan upah minimum Kabupaten Gresik menjadi sebesar Rp 4.297.O30,51 usai diputuskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ini menjadikan biaya produksi perusahaan di Kabupaten menjadi lebih tinggi.
[irp]
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik bidang advokasi dan pembelaan, Ichwansjah menuturkan, bila ketentuan UMK yang telah ditetapkan oleh pemerintah mau tidak mau harus dijalankan oleh pengusaha.
"Karena ini sudah menjadi ketentuan, maka teman-teman pengusaha khususnya yang tergabung dalam Apindo Gresik akan melaksanakan itu," tuturnya.
Menurutnya, meski UMK tahun 2021 naik tidak serta Merta memusingkan pelaku usaha. Karena para pengusaha pun akan menyesuaikan dari aspek modalnya.
"Karena kapasitas modal yang dimiliki dunia usaha berbeda-beda. Tidak semua mengalami problem dengan kenaikan UMK ini," katanya.
Ichwan pun optimis tidak akan ada PHK massal untuk merampingkan biaya produksi, karena pengusaha akan melakukan inovasi dan penyesuaian kapasitas produksi sehingga mampu mempertahankan karyawan.
Selain itu, dalam UU Ciptakerja yang menggantikan UU lama, tidak memberikan ruang penangguhan pelaksanaan pembayaran UMK baru bagi pengusaha yang merasa berat, mau tidak mau pengusaha harus meng-create perusahaannya agar mampu bertahan.
"Kita semua tahu saat ini situasi ekonomi lagi kurang baik. Ketentuan UMK Baru ini ada realitas, tidak bisa kita langgar. Mau tidak mau pilihannya kalau tidak Relokasi perusahaan yang meng-create perusahaan sedemikian rupa sehingga mampu bertahan. Dalam hal ini aspek komunikasi semua stakeholder sangat penting," jelasnya.
Sementara itu kepala Dinas Ketenagakerjaan Gresik Ninik Asrukin berharap meski ada kenaikan upah ditengah resesi, tidak menimbulkan PHK maupun realokasi perusahaan ke daerah lain.
"Saya harap teman-teman pengusaha bisa mengupayakan mempertahankan karyawan, produksi tetap jalan, sehingga bisa membawa ekonomi Gresik tumbuh dan menjadi lebih baik," pungkasnya. (bro)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Pameran Turots di Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Warisan Ulama Nusantara Harus Jadi Referensi Dunia
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Menteri Pemberdayaan P…
3.000 Mushaf Al-Qur’an hingga Atraksi Drone, Ini yang Bikin Muktamar ke-35 NU Istimewa
KLIKJATIM.Com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa sejumlah konsep yang disebut b…
Kemenaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif Disabilitas di Kawasan ASEAN
KLIKJATIM.Com | Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
KH Yahya Dorong NU Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah.…
Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
KLIKJATIM.Com | Gresik — Gelombang tinggi dan angin kencang di Laut Jawa membuat delapan pelajar asal Pulau Bawean yang telah selesai menjalankan tugas sebagai …
Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait
KLIKJATIM.Com | Jember – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Jember secara resmi memperkenakan kantor sekretariat barunya yang berlokasi di Jalan…