PT Petrokimia Gresik dan Polri Teken MoU

Reporter : Redaksi - klikjatim

GRESIK – PT Petrokimia Gresik (PG) yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan perjanjian kerjasama, atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Polri di Gedung Wisma Kebomas, Kabupaten Gresik, Jumat (22/03/2019). Ada sejumlah poin yang disepakati bersama.

Dalam penandatanganan MoU dari Mabes Polri diwakili Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Pol Eko Indra Heri. Sedangkan dari PG langsung diwakili oleh Dirut, Rahmad Pribadi.

Rombongan dari Mabes Polri yang turut hadir antara lain SSDM Polri, Brigjen Pol Subiyanto Karojiantra; Kabagjakdiklat Rojianstra SSDM Polri, Kombes Pol Mardiyono. Staf Biro Jianstra, Kabagkhirdin Rowatpers SSDM Polri Kombes Pol Ucu Kuspriyadi; Staf Biro Watpers, Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Ikhsan Amin; Staf Biro SDM Polda Jatim yang disambut langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Wahyu S Bintoro bersama Wakapolres, Kompol Dhyno Indra Setyadi, Kabagsumda Kompol Budi Idayati beserta staf Polres Gresik.

Dirut PT Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menjelaskan, tujuan kerjasama untuk meningkatkan pengamanan operasional perusahaan demi kelancaran penyediaan pupuk Nasional dan pengembangan perusahaan menuju solusi agro industri.

[irp] [irp]

Selain itu juga untuk pengamanan data informasi, penegakan dan pendampingan hukum, serta peningkatan kapasitas SDM. “Petrokimia Gresik berkomitmen maju bersama masyarakat. Selama ini telah dibantu Polda Jatim dan Polres Gresik terkait pengamanannya, sehingga nota kesepahaman ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam pengamanan ini memang membutuhkan pendekatan khusus. Sebab perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini merupakan objek vital Nasional, yang berperan mendukung pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Sementara itu, Irjen Pol Eko Indra Heri S menjelaskan, bahwa MoU dengan PG kali ini merupakan yang pertama di Indonesia. Hal tersebut juga sebagai langkah awal Polri untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan.

“Di era industri 4.0 tidak bisa berdiri sendiri, harus bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat. Ini adalah bagian dari sebuah kemitraan, sebuah kerjasama yang harus saling menguntungkan, saling memberikan manfaat demi melayani masyarakat,” pungkasnya. (nul/*)