klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pesanan Sirop Buah Salak Asli Jombang Moncer di Momen Ramadan dan Lebaran

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sirop buah salak asli Jombang (Diana/Klikjatim.com)
Sirop buah salak asli Jombang (Diana/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jombang - Pemilik usaha sirop buah salak 'Kunara' di Desa Kendungrejo, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang ketiban berkah di momen ramadan dan lebaran karena kondisi pesanan produk asli lokal meningkat.

Pesanan sirop buah salak kunara saat ini meningkat hingga sekitar 100�ri penjualan di hari biasa, dampak dari pesanan konsumen di bulan ramadan serta mendekati momen lebaran hari raya idul fitri.

Diungkapkan pengusaha sirop buah salak kunara, RM Kuswantoro (54) salah satu produk unggulan yang banyak diminati di momen ramadan dan lebaran, adalah sirop juga jenang dodol dari buah salak yang menjadi salah satu cirikhas buah lokal Jombang.

"Untuk tren hari ini, tahun ini yang lagi naik sirop buah salak, bahannya buah salak tanpa warna, tanpa essense, jadi warna asli, kami buat sampai kehabisan stok ini," ungkap Kuswantoro pada Rabu, 20 Maret 2024.

Ia mengatakan jika permintaan produk sirop buah salak meningkat dari produksi yang 1 bulannya mengolah 1 ton buah salak, kemudian disulapnya menjadi sirop dengan pengawetan menggunakan sistem pasteurisasi.

Dalam satu bulan terakhir, omzet hingga sekitar Rp 100 juta didapatkan Kuswantoro dari penjualan sirop buah salak miliknya, setidaknya sekitar 600 an botol telah berhasil dijualnya di pasaran.

"Momen saat ini kan jadi hari raya nya pelaku UMKM atau penjual makanan dan minuman, dan di kami pun juga begitu. Kenaikan sekitar 100% penjualan," terangnya.

Baca juga: Balap Liar Berkedok Ngabuburit di Jombang, Polisi Amankan Puluhan Motor
Mengenai bahan baku buah salak yang menjadi primadona semua produk miliknya, Kuswantoro mengaku jika ia melihat peluang besar terhadap buah salak yang belum tersentuh dalam skala industri, sehingga ia memanfaatkannya dengan membuat sejumlah produk.

"Buah salak ini banyak ditemukan di Jombang, salah satu buah lokal asli di Indonesia kami melihat peluang bagus. Dari mulai kulit, buah daging, dan biji dari salak dapat dijadikan olahan produk," jelasnya.

Untuk pembuatan sirop buah salak sendiri, menurut Kuswantoro membutuhkan waktu 3 hari dalam produksinya, dengan menunggu ekstrak dari buah daging salak untuk jenang dodol yang dikukus, kemudian diolah menjadi sirop siap konsumsi.

"Bedanya dengan sirop pabrikan, milik kami asli buah, asli sari buah salak yang dijadikan sirop bisa tahan sampai 1 tahun dengan pasteurisasi," lanjutnya.

Segala macam produk olahan buah salak kunara dibandrol dengan harga beragam, mulai dari harga paling murah Rp 10 ribu dan paling mahal Rp 20 ribu untuk sirop.

"Kami penjualan ring 1 Jombang dan sekitarnya, setelah itu penjualan secara online. Paling jauh kita pernah ada sampai ke Malaysia, Hongkong, Korea," pungkasnya. (qom)

Editor :