klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mulai Besok Kapal Jurusan Bawean Sudah Bisa Angkut 75 Persen Penumpang

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemerintah daerah Kabupaten Gresik telah mencabut kebijakan pembatasan jumlah penumpang kapal rute Bawean-Gresik (Pulang Pergi) secara bertahap. Jika sebelumnya masyarakat yang hendak bepergian ke pulau terluar Kabupaten Gresik atau sebaliknya lewat jalur laut dibatasi hanya 50 persen penumpang sesuai kapasitas kapal, kini diubah bisa membawa maksimal 75 persen penumpang.

[irp]

Artinya, untuk kapal cepat Express Bahari dari jumlah total kapasitas penumpang 395 orang telah diizini membawa 296 penumpang. Sedangkan kapal Natuna Express dari jumlah kapasitas 290 orang bisa membawa 217 orang.

Pengambilan keputusan ini menyusul setelah ditetapkannya Gresik sebagai zona kuning dalam penanganan pandemi Covid-19. "Kebijakan ini berlaku mulai hari Kamis (5/11/2020) besok," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Gresik, Nanang Setiawan dalam rapat bersama para anggota legislatif daerah pemilihan (dapil) Bawean, Rabu (4/11/2020).

Menurutnya, secara perlahan memang akan kembali normal. Tapi butuh waktu yang sangat panjang, yaitu menunggu keputusan dari Satgas Covid-19 kabupaten. "Karena meski nantinya zona hijau, tapi akan tetap ada pembatasan 85 persen bagi penumpang," jelas Nanang.

"Ini juga bisa membantu masyarakat Bawean dan wisatawan dalam masa transisi new normal. Jadi silahkan (kapal Bawean) beroperasi," tandasnya.

Anggota DPRD Gresik Dapil Bawean, Musa berharap dengan melihat status zona kuning Kabupaten Gresik dan kasus penyebaran Covid-19 yang sudah landai ini ada kebijakan untuk tarif penyeberangan bisa kembali normal. "Kami selalu resah mendengar keluhan masyarakat tentang mahalnya harga tiket  kapal cepat," katanya.

Perwakilan PT. Pelayaran Mitra Kalindo Samudera Natuna Express, M. Dwi Cahyo menjelaskan, akhir bulan November kapal Natuna Express akan beroperasi kembali setelah perbaikan mesin.

"Kini tinggal proses dooking dua minggu, setelah itu operasi," imbuhnya.

Pantauan di lapangan, rapat kali ini dihadiri beberapa pihak mulai Kasi Keselamatn Berlayar KSOP Gresik, Capt Masri T Randa Bunga; Kabid Angkutan Dishub  Gresik, Muhammad Amri. Kemudian ASDP Kapal Gili Iyang; Kepala Cabang Express Bahari, Devan Syah Putra; Pelindo III Pelabuhan Gresik. (nul)

Editor :