klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hari Posyandu Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Transformasi Layanan Berbasis 6 SPM

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Bertepatan dengan Hari Posyandu Nasional (29/4), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Bertepatan dengan Hari Posyandu Nasional (29/4), Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya transformasi Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat.

Khofifah menekankan bahwa Posyandu kini harus berbasis pada enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) demi meningkatkan kualitas hidup warga hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Pernyataan ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Posyandu Nasional yang jatuh pada Rabu (29/4). Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM): Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat".

Menurut Khofifah, Posyandu bukan sekadar tempat penimbangan balita, melainkan Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD/LKK) yang berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam perencanaan hingga pengawasan pembangunan di tingkat lokal.

“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Melalui transformasi berbasis 6 SPM, Posyandu kini tidak hanya fokus pada layanan kesehatan, tetapi berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar Khofifah di sela-sela kunjungan kerjanya di Malaysia untuk misi dagang, Rabu (29/4).

Khofifah menjelaskan bahwa transformasi ini mengintegrasikan enam sektor utama dalam satu wadah pelayanan. Bidang-bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, dan trantibumlinmas (Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat).

Pendekatan ini diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mengakses layanan dasar secara cepat dan responsif tanpa harus menempuh jarak jauh.

Peran Posyandu di Jawa Timur tergolong sangat signifikan dalam mendukung pembangunan daerah. Berdasarkan data, saat ini terdapat 46.414 unit Posyandu di seluruh wilayah Jawa Timur yang didukung oleh dedikasi 301.013 kader kesehatan.

Khofifah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader yang menjadi ujung tombak di lapangan. Ia menilai kehadiran mereka mampu menyalurkan aspirasi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas SDM menuju generasi unggul.

“Kader Posyandu bekerja dengan penuh dedikasi. Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi luar biasa mereka dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam membangun pilar berbasis komunitas ini. Posyandu yang terintegrasi dan inklusif diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga di Jawa Timur.

“Melalui Posyandu yang semakin kuat dan terintegrasi, kita optimistis dapat menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas,” pungkas mantan Menteri Sosial tersebut.

Editor :