klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tabrakan KA di Stasiun Bekasi, 15 Orang Meninggal Puluhan Luka

avatar Hirna Ramadhanianto
  • URL berhasil dicopy
Dua kereta yang terlibat tabrakan yakni rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek. 
Dua kereta yang terlibat tabrakan yakni rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek. 

KLIKJATIM.Com | Bekasi - Sedikitnya 15 orang penumpang kereta KAI meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Dua kereta yang terlibat tabrakan yakni rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek. 

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan kereta di Bekasi Tinur, Jawa Barat, total sebanyak 15 orang dan 81 orang luka. Sebagianbesar korban adalah perempuan karena saat kejadian mereka menempati gerbong khusus perempuan. 

Bobby mengatakan selain korban meninggal, puluhan penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan, sementara sebanyak 3 korban masih terperangkap di dalam kereta.

“Meninggal dunia itu 7 orang, luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang, dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta,” kata Bobby dalam keterangannya dikutip melalui tayangan video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet di Jakarta, Selasa pagi.

Ia menjelaskan proses evakuasi berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan korban.

“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujarnya.

Bobby menambahkan seluruh rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang terdiri atas 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.

“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” katanya.

Saat ini, KAI bersama Basarnas tengah mempersiapkan proses evakuasi lokomotif dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, khususnya bagi korban yang masih terperangkap.

Ia juga menyampaikan jalur hilir telah dibuka kembali untuk operasional kereta, meski layanan Commuter Line masih dibatasi hingga Stasiun Bekasi.

“Untuk Commuter Line kami batasi sampai di Stasiun Bekasi,” tutur dia.

KAI juga membuka posko tanggap darurat di lokasi serta menyediakan layanan call center 121 bagi keluarga korban yang membutuhkan informasi lebih lanjut.

“Silakan warga, keluarga dari korban bisa menghubungi call center 121 atau mengunjungi posko tanggap darurat kami di stasiun ini,” ucap Bobby.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan sudah mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4) malam.

Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa menjelaskan bahwa tim sudah berada di lokasi sejak tadi malam untuk mengumpulkan informasi secara langsung dari lapangan.

“Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan percepatan evakuasi insiden tabrakan kereta api antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.

"Kemenhub (Kementerian Perhubungan) memastikan evakuasi dilakukan secara cepat dengan mengutamakan keselamatan korban terdampak," kata Dudy dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa dini hari.

 

Editor :