klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Civitas UPN Veteran Jawa Timur Dampingi UMKM Kartini, Agar Tegar Lewati Pandemi

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Tim pendamping dan pelaku usaha Kartini memperlihatkan aplikasi Warung Umat sebagai sarana pemasaran. Istimewa
Tim pendamping dan pelaku usaha Kartini memperlihatkan aplikasi Warung Umat sebagai sarana pemasaran. Istimewa

KLIKJATIM.Com I Surabaya –  Civitas akademika UPN Veteran Jawa Timur melakukan pendampingan UMKM (usaha mikro kecil menengah) di Kelurahan Keputran Kecamatan Tegalsari Surabaya.  Kelompok usaha Kartini yang mendapat pendampingan dilatih terkait penataan keuangan hingga pemasaran.  "Kami terpanggil untuk turut serta membantu kelompok usaha masyarakat yang menghadapi tantangan pandemi," kata penanggungjawab program, Niniek Imaningsih didampingi  M. Wahed, Selasa (3/11/2020). 

[irp]

Dijelaskan Niniek Imaningsih, salah satu program pengabdian kepada masyarakat dari LPPM UPN Veteran Jatim dilakukan dengan pendampingan selama empat bulan sejak Mei hingga Agustus 20209.  Materi pendampingan dimulai dengan cara membuat laporan keuangan. Pada bulan berikutnya dilakukan mengenalkan langkah-langkah manajemen dalam lingkup profesionalisme sebagai entrepreneur.

Pada bulan ketiga  mengenalkan pemanfaatan media online untuk menunjang aspek keuangan dan perluasan pasar terhadap produk yang dihasilkan dari kelompok usaha Kartini. "Pada bulan keempat dilakukan evaluasi untuk melihat output dan outcome dari kegiatan pendampingan," jelas Niniek.

Ditempat yang sama Wahed menambahkan perhatian terhadap pelaku ekonomi di level bawah saat ini sangat dibutuhkan. Khususnya yang terdampak wabah Covid-19, diharapkan bisa mampu bertahan dan meningkatkan aktivitas penjualannya. " Pada gilirannya bisa menopang perekonomian lingkungan, daerah bahkan nasional," katanya.  

Covid-19 telah berdampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, diantaranya sektor ekonomi dimana terjadi pelemahan yang sangat nyata.  Banyak pelaku ekonomi mulai mengeluhkan karena kondisi ekonomi yang semakin melemah, mulai penurunan angka penjualan, kesulitan mendapatkan bahan baku, kesulitan Cash Flow dan sebagainya.

Tidak kalah pentingnya akibat dari melemahnya ekonomi saat ini juga menghantam para pelaku UMKM yang sedang giat-giatnya meningkatkan pangsa pasar (domestik dan luar negeri), sebab membaiknya perekonomian baik ditingkat nasional maupun internasional. 

Dalam respon masalah diatas, pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan untuk menguatkan peran dari palaku ekonomi dilevel bawah, salah satunya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan memberikan keringanan pembayaran hutang bagi UMKM.  "Selain itu,tentunya peran para pendamping UMKM saat ini sangat dibutuhkan agar para pelaku ekonomi di level bawah ini tetap mampu melewati dengan resiko yang paling minimal," pungkas Niniek. (rtn)

Editor :