KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Fitch Rating Indonesia (Fitch) memperbaharui Peringkat Nasional jangka panjang milik Bank Bukopin sebanyak 4 (empat) peringkat menjadi idAAA. Sebelumnya Fitch juga telah menaikan peringkat Bank Bukopin menjadi idAA- pada Agustus 2020.
[irp]
Pembaharuan peringkat tersebut didasari oleh tuntasnya proses penambahan modal Bank Bukopin oleh KB Kookmin Bank, bank terbesar di Korea Selatan yang menjadi pemegang saham di Bank Bukopin sejak tahun 2018. Saat ini KB Kookmin Bank memiliki porsi saham di Bukopin sebesar 67%, dan sejak akhir Juli 2020 atas persetujuan Dewan Komisioner OJK, resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali.
Di sisi lain Fitch menyatakan bahwa Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa Perseroan saat ini memiliki induk yang kuat dan memiliki kecenderungan tinggi untuk memberikan dukungan terhadap Perseroan.
Selain memperkuat kepercayaan publik melalui Perusahaan Pemeringkat, posisi KB Kookmin Bank saat ini di Bank Bukopin diyakini dapat memperkuat fundamental Perseroan dalam tumbuh kembang bisnis. Diketahui bisnis utama antara KB dan Bank Bukopin memiliki karakteriskit serupa yang berfokus pada segmen ritel. Dengan latar belakang tersebut diharapkan dapat tercipta kolaborasi untuk mengembangkan segmen bisnis Bank Bukopin.
Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Konsumer dan UKM serta didukung oleh segmen Komersial. Sesuai dengan misi “Memahami dan Memberi Solusi kepada Nasabah”,
Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile dan aplikasi perbankan digital Wokee.
Per 30 September 2020, saham Bank Bukopin dimiliki oleh KB Kookmin Bank 67%. Sedangkan pemegang saham terbesar kedua PT Bosowa Corporindo 11,68�n masyarakat (termasuk Negara Republik Indonesia dan Kopelindo) dengan kepemilikan 18,14%.
Bank Bukopin beroperasi di 24 provinsi, dengan 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 162 kantor kas, 9 Kantor Fungsional, 25 Payment Point, dan 834 unit ATM, serta tergabung dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama. (*)
Editor : Redaksi
Konvoi Kendaraan Listrik Siswa SMK Pukau Grahadi, Khofifah: Bukti Nyata Jatim Siap Menuju Net Zero Emission
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya…
Dugaan Korupsi Klaim JKN Naik Penyidikan, Kejari Jember Usut Fraud di Tiga Rumah Sakit
KLIKJATIM.Com | Jember – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember resmi menaikkan status penanganan kasus dugaan korupsi klaim dana Jaminan Kesehatan Nasional…
Barcode Petani Disalahgunakan, Sopir Truk Jadi Tersangka Kasus Penyelewengan Solar Subsidi di Jember
KLIKJATIM.Com | Jember – Penyidikan kasus dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Jember…
Pimpin Panen di Madiun, Gubernur Khofifah Targetkan Jatim Ekspor Beras ke Pasar Global
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung Gerakan Panen dan…
Transformasi K3 di Era Hybrid: Keselamatan Masa Depan Bukan Lagi Soal Tempat, Tapi Sistem Kerja
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Dunia kerja mengalami pergeseran fundamental. Aktivitas bekerja yang dahulu terbatas di ruang kantor, kini telah bertransformasi…
Polda Jatim dan Polres Gresik Perketat Pengawasan, Senjata Api Anggota Diperiksa Menyeluruh
KLIKJATI.Com | Gresik - Polres Gresik bersama tim gabungan Polda Jawa Timur memperketat pengawasan internal melalui pemeriksaan dan penertiban senjata api…