KLIKJATIM.Com | Gresik - Banyak cara protes menolak pengesahan UU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) yang dilakukan mahasiswa dan buruh.Seperti yang dilakukan puluhan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gresik dengan melaksanakan salat gaib di sela aksi cabut omnibus law di Depan gedung DPRD Gresik, Kamis (8/10/2020).
[irp]
Salat gaib juga diperuntukkan Randi (21), kader IMM mahasiswa Halu Oleo yang tertembak saat mengikuti unjuk rasa menolak RUU kontroversial reformasi dikorupsi 26 September 2019 serta para tenaga medis yang gugur di wabah pandemi Covid-19.
Korlap aksi Muhamaad Diyaul Afaf menjelaskan, salat gaib dan doa bersama untuk perjuangan dan kesejahteraan warga negeri Indonesia yang sangat dirugikan saat UU Cilaka berlaku di masyarakat. "Berjuang karena kemaslahatan manusia, dan keberlangsungan hidup. DPR semoga sadar dengan kebijakan gilanya," tegasnya.
Massa aksi nenuntut pemangku kebijakan untuk bisa mencabut UU Cilaka yang sangat mencekik kaum petani dan para buruh. "Rakyat kecil terus dibodohi, dan lingkungan alam di Indonesia terus digrogoti oleh kepetingan pemodal," tegasnya.
Massa aksi langsung didatangi oleh Ketua DPRD Gresik Much. Abdul Qodir serta wakil ketua Fraksi PKB Gresik Syahrul Munir. Dalam penyampaiannya, pihaknya akan berjuang apa yang dituntut oleh mahasiswa dengan merevisi dan meninjau kembali UU Omnibus Law.
"Kalian simbol keadilan, dan kebenaran.Undang-undang yang berisi 15 Bab dan 174 pasal daru beberapa kluster yang ada, ini akan ditinjau kembali.
Qodir menegaskan, UU Omnibus Law sangat merugikan masyarakat, serta hak buruh dan petani juga sangat berdampak. "Sangat merugikan hak masyarakat dan buruh kita, serta akan ada banyak kerusakan lingkungan. Itu sikap kami sama dengan sikap kalian semua," ujarnya. (bro)
Editor : Redaksi