KLIKJATIM.Com | Surabaya -Surabaya dibuat geger. Sebanyak hampir 800 unit kendaraan bermotor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dikumpulkan dan dipamerkan di halaman Polrestabes Surabaya.
Ratusan sepeda motor tersebut merupakan barang bukti sitaan dari berbagai jaringan pelaku curanmor dan siap dikembalikan kepada para pemilik sahnya, yang selama ini menjadi korban kejahatan jalanan.
Berdasarkan video yang viral di akun Instagram @lutfhie.daily, tampak ratusan motor diparkir rapi memenuhi halaman Mapolrestabes Surabaya di Jalan Sikatan.
Dalam video tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfhie Sulistiawan terlihat berbincang santai dengan Aiptu Zakaria alias Jacklyn Choopers, sambil memperlihatkan deretan motor hasil sitaan polisi.
“Ini hampir 800 motor. Ini motor yang sudah kita sita. Nanti rencana kita akan bikin bazar, kita kembalikan ke pemiliknya. Tinggal bawa dokumen kendaraan,” ujar Lutfhie dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi Polrestabes Surabaya.
Polrestabes Surabaya pun menyiapkan bazar pengembalian motor curanmor yang akan digelar dalam dua tahap. Sesi pertama berlangsung pada 21–23 Januari 2026, sedangkan sesi kedua pada 26–30 Januari 2026, bertempat di Mapolrestabes Surabaya.
Menurut Lutfhie, pihak kepolisian akan mempermudah proses pengambilan motor, mengingat tidak semua korban mengingat detail kendaraannya.
“Orang nggak selalu ingat nomernya (nopol) berapa. Kita langsung umumkan nanti berikut dengan nama pemiliknya,” jelasnya.
Kapolrestabes juga mengajak Aiptu Zakaria meninjau langsung motor-motor yang telah teridentifikasi dan diberi stiker penanda nama pemilik, sebagai bukti kesiapan pengembalian. Menariknya, korban curanmor tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari luar Kota Pahlawan.
Menutup pernyataannya, Lutfhie menegaskan sikap tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan.
“Pokoknya pelaku curanmor melawan, hajar, tembak,” tegasnya.
Langkah ini pun menuai sorotan publik dan menjadi bukti komitmen Polrestabes Surabaya dalam memberantas curanmor hingga ke akar-akarnya.
Editor : Wahyudi