klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025.
PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025. Jumlah arus peti kemas yang melewati seluruh terminal di bawah pengelolaan perseroan sukses menembus angka 13,34 juta TEUs, tumbuh sebesar 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,48 juta TEUs.

Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi nasional, baik di pasar domestik maupun perdagangan internasional.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan distribusi barang dan kunjungan kapal di berbagai daerah.

Dari sektor properti di TPK Jambi, arus peti kemas naik signifikan berkat permintaan semen untuk pembangunan properti. Sentara sektor tambang di TPK Ternate mencatat kenaikan akibat pengiriman kebutuhan tambang di Halmahera.

Begitu juga Program Strategis Nasional (PSN) di TPK Merauke mengalami lonjakan seiring pelaksanaan PSN di Provinsi Papua Selatan.

"Peningkatan kunjungan kapal di beberapa terminal berbanding lurus dengan peningkatan komoditas di masing-masing daerah," ujar Widyaswendra dalam keterangan resminya, Rabu (14/1).

Sektor internasional mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni 10,28 persen, dari 3,99 juta TEUs (2024) menjadi 4,40 juta TEUs (2025). Salah satu kontributor utama adalah Terminal Teluk Lamong yang tumbuh 25 persen berkat penambahan lima rute layanan (service) baru. Selain itu, ekspor melalui TPK Semarang ke negara-negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea turut mendongkrak angka tersebut.

Menanggapi capaian ini, Ekonom Senior INDEF, Didik J. Rachbini, menilai arus peti kemas adalah cerminan langsung dari ekonomi nasional. Pada Triwulan III-2025, ekonomi Indonesia sendiri tumbuh 5,04 persen.

"Industri adalah kunci. Jika manufaktur dan perdagangan meningkat, nilai ekspor akan naik, dan otomatis berdampak pada arus peti kemas. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen, industri, investasi, dan ekspor pasar global harus menjadi fokus utama," jelas Didik.

Ia mencontohkan kesuksesan hilirisasi nikel yang meningkatkan nilai ekspor dari USD 3,3 miliar pada 2017 menjadi USD 33,9 miliar pada 2024 sebagai bukti nyata dampak industrialisasi terhadap jasa logistik.

Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group, Agus Pambagio, menambahkan bahwa untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur pelabuhan, khususnya fungsi transhipment hub.

"Kebijakan dan aturan harus sinkron untuk mendukung iklim investasi. Jangan sampai ada regulasi yang bertentangan sehingga pengembangan pelabuhan menjadi tidak maksimal," tegas Agus.

Editor :