klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mobil Dinas Diskominfo Jember Terperosok ke Jurang Akibat Longsor

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Mobil dinas infokom Jember terlihat terperosok setelah tembok penahan ambrol
Mobil dinas infokom Jember terlihat terperosok setelah tembok penahan ambrol

KLIKJATIM.Com | Jember - Sebuah mobil dinas operasional milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember terperosok ke jurang sedalam sekitar 20 meter setelah tembok pembatas di belakang kantor tersebut ambrol, Rabu (21/1/2026) petang. Peristiwa itu diduga kuat dipicu longsor akibat hujan yang mengguyur wilayah Jember sejak sore hari.

Mobil jenis Toyota Kijang Innova berwarna hitam dengan nomor polisi P 1273 GP itu terparkir di area belakang Kantor Diskominfo Jember, tepatnya di kawasan Gedung Serbaguna Jember, Kecamatan Kaliwates. Kejadian berlangsung sekitar pukul 17.45 hingga 17.58 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan hujan turun hampir merata di seluruh wilayah Jember sebelum kejadian. Laporan awal diterima Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD sekitar pukul 17.58 WIB.

“Sekitar pukul enam sore kami menerima laporan adanya mobil dinas operasional Diskominfo Jember terperosok ke jurang akibat longsornya pagar atau tembok pembatas di belakang kantor Diskominfo, di area Gedung Serbaguna Jember,” kata Edy saat dikonfirmasi di lokasi kejadian di sela proses evakuasi.

Menurut Edy, bagian belakang Kantor Diskominfo Jember berbatasan langsung dengan aliran sungai kecil yang merupakan anak sungai dan bermuara ke Sungai Bedadung. Jarak antara bangunan dengan aliran sungai hanya beberapa meter dan tidak dilengkapi penahan tanah yang memadai, sehingga tanah mudah tergerus air hujan.

“Terjadi longsor di bawah atau dekat pagar pembatas gedung. Kemungkinan karena hujan terus-menerus yang mengikis tanah di bawahnya. Kondisi pagar juga sudah lama,” ujarnya.

Akibat longsor tersebut, tembok pembatas ambrol dan mobil dinas yang terparkir tepat di dekat pagar langsung terperosok ke dalam jurang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu karena mobil dalam keadaan kosong.

Salah seorang staf Diskominfo Jember, Wahyu, yang berada di lokasi saat kejadian, menuturkan bahwa sebelum tembok runtuh terdengar suara seperti retakan. Awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari batu yang dilempar ke arah mobil.

“Suaranya seperti ada batu dilempar ke mobil. Saya kira ada orang iseng. Tapi tiba-tiba ada getaran dan terlihat retakan di tembok, lalu tembok itu mulai runtuh tepat di posisi mobil parkir,” ujar Wahyu.

Ia menyebutkan kejadian terjadi sekitar pukul 17.45 WIB, saat hujan mulai reda dan hanya tersisa gerimis. Menurutnya, sebelumnya tidak terlihat tanda-tanda keretakan tanah di lokasi tersebut.

Setelah menerima laporan, BPBD Jember langsung melakukan asesmen dan memutuskan melakukan evakuasi pada malam hari. Proses evakuasi melibatkan Dinas Perhubungan Jember, komunitas Raung Off Road, serta sejumlah relawan dengan dukungan satu unit truk derek.

“Jurang cukup dalam, sehingga proses penarikan mobil memakan waktu sekitar tiga jam,” jelas Edy.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD Jember mengimbau masyarakat dan pegawai untuk sementara tidak beraktivitas di sekitar lokasi kejadian demi keselamatan. Tim Jitupasna BPBD Jember juga masih melakukan penghitungan kerugian serta evaluasi lanjutan, termasuk menelusuri rekaman kamera CCTV yang merekam kejadian selama sekitar satu menit 34 detik.

“Besok kami akan cek kembali kondisi lokasi dan memastikan tidak ada potensi longsor susulan,” pungkas Edy

Editor :