KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan langkah progresif dalam menekan angka kemiskinan dengan mengubah paradigma penanganan sosial. Melalui program prioritas Yakin Semua Sejahtera (YSS), Pemkab Lamongan fokus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP).
Langkah pengalihan pola dari bantuan langsung (charity) menjadi pemberdayaan ini dinilai lebih efektif dalam mengatasi akar permasalahan kemiskinan serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga.
Sejak diluncurkan pada tahun 2022 hingga akhir 2025, program ini telah berhasil menjangkau 294 KRTP yang tersebar di 23 kecamatan di seluruh Kabupaten Lamongan. Para penerima manfaat ini adalah perempuan berusia 17 hingga 57 tahun yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-4.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Galih Yanuar Medi Pratama, menjelaskan bahwa sasaran program adalah mereka yang memiliki inkubasi usaha dan keinginan kuat untuk berwirausaha.
"Pemberdayaan KRTP dalam program YSS adalah realisasi nyata pengentasan kemiskinan yang menyentuh akar masalah. Kami tidak hanya memberikan bantuan, tapi mendorong kemandirian," tutur Galih saat ditemui di Kantor Dinas Sosial, Kamis (22/1/2026).
Program ini akan berlanjut di tahun 2026 dengan target tambahan 32 KRTP. Setiap peserta akan mendapatkan stimulan modal usaha berupa uang tunai sebesar 4 juta rupiah. Galih menegaskan bahwa keberhasilan program ini didukung oleh sistem monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun.
"Monitoring rutin ini bertujuan memastikan usaha mereka tetap berjalan. Faktanya, sejauh ini semua KRTP yang kami berdayakan terus mengembangkan usahanya, tidak ada yang berhenti di tengah jalan," tambahnya.
Strategi pemberdayaan ini terbukti memberikan dampak positif pada data makro ekonomi Lamongan. Angka kemiskinan di "Kota Soto" terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Dimana pada tahun 2023 sebanyak12,42%, sedangkan tahun 2024 sebanyak 12,16%, sementara tahun 2025 sebanyak 12,03%.
Dengan keberhasilan berbagai upaya tersebut, Pemkab Lamongan optimistis dapat menekan angka kemiskinan hingga mencapai target 11,95% pada tahun 2026 mendatang. Keberlanjutan program YSS diharapkan menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Lamongan yang lebih mandiri dan sejahtera.
Editor : Fatih