KLIKJATIM.Com | Gresik - Dua korban tenggelam di Bendung Gerak Sembayat (BGS) ternyata adalah warga Desa Karangbinangun, Kecamatan Karangbingnagun, Kabupaten Lamongan. Kedua ABG yang masih berstatus pelajar itu masing-masing Alfian (15) asal Dusun Ngajaran dan Andre (15) asal Dusun Alang-Alang.
[irp]
Kepala Desa Karang Binangun, Sugianto kepada wartawan di lokasi BGS menjelaskan, kedua korban memang warganya dan masih pelajar. Mereka memang masih bertetangga satu kampung, namun hanya beda dusun. "Mereka teman akrab dan hobi memancing," jelas Kades Karangbinangun.
Dari informasi yang dia terima, kedua korban pamit keluar rumah pada hari Minggu (27/8/2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka membawa motor Honda Beat namun tidak jelas hendak pergi kemana. Hingga sore hari, kedua korban tidak kunjung pulang hingga membuat cemas pihak keluarga. Bahkan, hingga pukul 17.00 WIB tak kunjung kembali. Pihak keluarga berusaha mencari keliling kampung dan melalui grup watshapp.
Namun semua teman, tetangga korban tidak ada yang mengetahui keberadaan korban. “Kedua korban ditemukan jam 09.10 WIB saya sempat lihat CCTV memang arahnya ke Bendungan Gerak Sembayat,” tuturnya.
Hingga kemudian pada Senin siang, dia mendapat kabar jika warganya ini ditemukan mengapung di BGS Gresik. “Saya dapat laporan dari warga kalau ada dua anak meninggal mengapung di BGS. Setelah kami cek ternyata benar kedua korban warga saya,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu keluarga korban Aris menyatakan, salah satu korban adalah keponakannya keluar rumah tidak berpamitan tujuannya kemana. “Saya mengetahui kabar ponakannya saya ditemukan meninggal dari kepala desa. Tadi pak lurah datang ke rumah dan menyampaikan kabar kalau Andre ditemukan mengapung di Bendung Gerak Sembayat,” ungkapnya. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar