KLIKJATIM.Com | Jember –Bupati Jember, dr. Faida, MMR., mengajak petani Puger dan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Jember ke Jakarta untuk menyelesaikan masalah irigasi oleh PT Imasco.
[irp]
Ajakan itu disampaikan langsung oleh Bupati Faida di hadapan ratusan mahasiswa dan petani yang berunjuk rasa di Jalan Sudarman atau di depan Kantor Pemkab Jember.
“Saya meminta perwakilan PMII dan petani mendampingi dinas terkait untuk ikut ke Jakarta, menyampaikan secara langsung di pemerintah pusat sebagai pihak yang paling berwenang untuk tindak lanjut kasus ini,” kata Bupati Faida.
Para petani dan mahasiswa itu akan ke Jakarta untuk berjuang bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Jember.
Petani dan mahasiswa berunjuk rasa meminta saluran irigasi yang dibuat oleh perusahaan semen tersebut segera dikembalikan ke saluran semula.
Saluran yang dibuat perusahaan itu merupakan uji coba, namun gagal karena aliran air tidak sampai ke hilir yang mengakibatkan sawah milik petani kekurangan air. Petani pun meminta saluran dikembalikan.
Kepada petani dan mahasiswa yang konsisten dengan perjuangannya itu, Bupati Faida bersemangat untuk menyelesaikan bersama dengan satu langkah hingga tuntas.
Pemerintah pusat pun telah berkomitmen untuk memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut.
“Kita tunggu jadwal dari pusat, karena memang kewenangan pusat. Kita hadiri bersama-sama, dan apa yang disampaikan didengar dan dilakukan bersama sama,” tutur Bupati Faida di hadapan para peserta unjuk rasa.
Pada unjuk rasa PMII sebelumnya, Bupati Faida juga dengan cepat merespon aspirasi mereka dengan mengirim surat ke pemerintah pusat yang ditembuskan ke sejumlah instansi pemerintah lainnya, termasuk Gubernur Jawa Timur.
Pengiriman surat tersebut sebagai bagian dari sikap pemerintah saat ini. “Kami tidak ingin huru hara, tetapi solusi yang tuntas. Kita tunggu jadwal dari kementerian,” tegas Bupati Faida.
Pada pertemuan di bawah terik matahari itu, Bupati Faida mengapresiasi PMII, karena telah memperjuangkan nasib petani, tanpa ada kepentingan yang lain. Bupati memegang komitmen itu, sebagimana memegang komitmen untuk menolak tambang di Silo.
“Saya percaya kalian melaksanakan ini sebagai satu idealisme anak muda, idealisme mahasiswa dalam mengambil peran dalam pembangunan,” ucap Bupati Faida melalui pengeras suara.
Menurut Bupati Faida, ada kewenangan yang harus dibagi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam menyelesaikan masalah itu.
“Yang kita jaga, yang kita kawal, yang kita perjuangkan adalah satu saja, yaitu petani harus dapat air, sampai di sawah paling ujung. Bukankah itu yang kita perjuangkan,” seru perempuan pertama yang menjadi Bupati Jember itu. (bro)
Editor : Abdus Syukur
Dugaan Korupsi Jargas PGN Rp2,3 Triliun Diselidiki, Kejari Surabaya Bidik Dugaan Pemasangan Fiktif
Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) sambungan rumah dengan total pagu anggaran sekitar Rp2,3 triliun tengah Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.…
Kanopi Ambruk Saat Karnaval Sound Horeg di Jember, Warga Tewas Seketika
Seorang warga berinisial S (57) meninggal dunia setelah tertimpa kanopi sebuah apotek karnaval dan parade sound horeg di Desa Wringinagung, Jember…
Balita 3 Tahun di Malang Diduga Dianiaya Ibu dan Pasangan, Pemicu Bikin Geleng Kepala
Balita 3 Tahun di Malang Diduga Dianiaya Ibu Kandung dan Pasangannya, Dua Tersangka Ditangkap MALANG — Polisi menangkap dua tersangka kasus dugaan kekerasan…
KMP Perkasa Prima 5 Mati Mesin di Selat Bali, 25 Penumpang Berhasil Dievakuasi
KMP Perkasa Prima 5 Mati Mesin di Selat Bali, 25 Penumpang Berhasil Dievakuasi…
Laga Uji Coba, Persela Tundukkan PSPS Pekanbaru 1 : 0 di Stadion Surajaya Lamongan
Persela Lamongan berhasil menundukkan tamunya PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 1-0 dalam laga uji coba di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu malam 29 Agustus 2026…
Koki MBG di Tuban Peras Karyawati SPPG Ancam Sebar Video Syur Perselingkuhan ke Medsos
Putus Cinta Berujung Mencekam, Koki MBG di Tuban Ditangkap Usai Peras Mantan Kekasih Rp15 Juta TUBAN — Hubungan asmara yang berawal dari tempat kerja berakhir…