KLIKJATIM.Com | Gresik - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik memperingatkan salah satu aparatur sipil negara atau ASN yang tak netral. Secara terbuka ASN di Satuan Polisi Pamong Praja Gresik ini menyatakan dukungan terhadap calon Bupati Gresik.
[irp]
Kepala Bawaslu Gresik, M.Imron Rosyadi membenarkan adanya ASN yang diduga tidak netral terkait dukung-mendukung pasangan calon (Paslon) yang maju di Pilkada Gresik 2020 mendatang.
"Kami mendapatkan informasi itu dari masyarakat. Bahwa ada ASN yang status di medsos pribadinya baik itu di Facebook (FB) dan What'App (WA) mendukung salah satu calon," kata Imron, Minggu (30/08/2020).
Atas dasar itu lanjut Imron, pihaknya langsung melakukan klarifikasi terhadap ASN tersebut. Setelah dicek, memang benar ada ASN yang bertugas di Dinas Satpol PP Gresik berinisial MA sebagai Kabid Linmas yang dianggap tak netral mendukung salah satu calon.
[irp]
"Sewaktu kami lakukan investigasi ASN tersebut dibawah naungan Dinas Satpol PP. Lalu Bawaslu berkirim surat ke pimpinannya agar dinasehati. Sebab, statusnya ASN aktif. Namun, selang beberapa minggu kemudian ASN itu tetap membandel. Kemudian kami panggil guna dimintai keterangan serta klarifikasi," tandasnya.
Dikatakan Imron, saat dipanggil Bawaslu, MA mengakui perbuatannya yang telah melakukan dukungan terhadap salah satu calon. Karena yang bersangkutan statusnya ASN. Bawaslu Gresik juga mengirim surat ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) serta Dinas Satpol PP Gresik.
"Bawaslu Gresik sudah berkirim surat ke KASN dan Dinas Satpol PP Gresik agar memberikan sanksi terhadap ASN yang tak netral," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Gresik Abu Hasan juga membenarkan ada anggotanya yang tak netral terkait dukungan terhadap salah satu calon yang maju di pilkada 2020.
"Kami sudah menghubungi sekaligus memperingatkan kepada anggotanya yang tak netral yang ditulis di FB maupun WA, dan yang bersangkutan mengakui perbuatannya dan sudah meminta maaf," katanya.
Masih terkait dengan ini kata Abu Hasan, dirinya sudah mewanti-wanti agar anggotanya tetap netral. Kendati pilihan di hati nurani berbeda.
"Setiap ASN kan diatur dalam dalam undang-undang agar tetap netral serta tegak lurus sampai perhelatan pilkada digelar," pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi
Polres Lamongan Ungkap 29 Kasus Narkoba, Amankan 40 Tersangka
KLIKJATIM.Com | Lamongan -Satresnarkoba Polres Lamongan mengungkap 29 kasus narkotika dan obat keras berbahaya (okerbaya) selama periode Maret hingga Mei …
18 Siswa PAUD dan TK Diduga Keracunan MBG di Kaliwates Jember
Sebanyak 18 siswa PAUD dan TK di wilayah Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG…
MPM Connect Jadi Sarana Upgrade Skill Siswa SMK TSM Honda Binaan MPM Honda Jatim
PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengemban…
Salah Paham Isu Begal, Pria Mabuk di Jember Diamuk Warga Usai Masuk Rumah Tanpa Izin
Sebuah insiden salah paham yang dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap isu kriminalitas berujung pada aksi main hakim sendiri di Kabupaten Jember, Jawa Timur…
Tiga Gadis Belia Dijual ke Pria Hidung Belang, Lima Mucikari Diciduk Polres Blitar Kota
Satreskrim Polres Blitar Kota mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan korban tiga remaja perempuan di bawah umur yang putus sekolah…
Madura Batik Fest 2026 Dibuka, Gerakan Kolektif Hidupkan Kembali Budaya Lokal
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Pendopo Agung Keraton Sumenep, Madura, menjadi saksi dimulainya Madura Batik Fest 2026, Rabu…