KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro tengah menyiapkan sejumlah langkah menghadapi musim kemarau yang berdampak pada kekeringan dan krisis air. Itu dilakukan setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau bakal terjadi Agustus mendatang.
[irp]
"Sebagai salah satu daerah rawan kekeringan di Jawa Timur, kami tengah menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi bencana kekeringan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Nadif Ulfa.
Dikatakan, BPBD sudah ada beberapa langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, dimana sudah memetakan mana saja yang rawan kekeringan di Desa. Untuk prediksi BMKG kekeringan mulai agustus hingga November 2020 mendatang. "Kita sudah lihat data 2019 ada 22 Kecamatan 79 Desa di Bojonegoro yang rawan kekeringan," ungkap Nadif Ulfa, Rabu (15/7/2020).
Menurutnya, BPBD akan menyiapkan 1.000 tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter, bagi warga di Kabupaten Bojonegoro yang alami krisis air bersih saat musim kemarau mendatang. Dia mengimbau kepada pihak Desa dan kecamatan yang di wilayahnya menjadi langganana kekeringan, agar segera membuat surat permohonan ke BPBD Bojonegoro, agar nantinya dapat dijadwalkan untuk dilakukan droping air bersih.
[irp]
"Dalam proses pendistribusian air bersih ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat, bahwa permintaan harus melalui Pemerintah Desa dan diketahui oleh Pemerintah Kecamatan. Hal ini harus dilakukan agar distribusi bisa dapat tepat ke masyarakat yang membutuhkan," tutur Kepala BPBD Bojonegoro
Ditambahkan, hingga kini, belum ada permintaan droping air bersih. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada pemerintah desa yang wilayahnya dilanda kekeringan, agar mengajukan permohonan ke BPBD. Selain itu, agar pemerintah desa menyiapkan tandon air agar mempermudah dan mempercepat saat droping air.
"Bagi desa-desa yang tiap tahun mengalami kekeringan, apabila di wilayahnya ada sumber mata air yang melimpah agar pemerintah desa setempat melaporkan ke BPBD Bojonegoro, agar nantinya dapat dibantu untuk pemasangan jaringan air bersih ke rumah warga," pungkas Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfa. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah