klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Staf Bagian Umum Pemkab Gresik Meninggal Dunia, Tes Swab Belum Diketahui

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Almarhumah Ambarwati semasa hidup dikenal aktif, supel dan akrab dengan semua kalangan.
Almarhumah Ambarwati semasa hidup dikenal aktif, supel dan akrab dengan semua kalangan.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Satu persatu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Gresik meninggal dunia terpapar Covid-19. Setelah Kepala Puskesmas Slempit Kedamaian, kali ini staf Bagian Umum Pemerintah Kabupaten Gresik, Ambarwati meninggal dunia, Rabu (15/7/2020) pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, perempuan yang berstatus ASN itu kemarin lusa Senin (13/7/2020) masih bertugas di Lingkungan Pemkab Gresik. Dan senin malam dilarikan ke RS Ibu Sina karena mengalami gejala sesak nafas. Setelah dilakukan perawatan intensif di RSUD Ibnu Sina, staf yang dikenal supel dan murah senyum ini dinyatakan meninggal dunia.

[irp]

Belum ada keterangan apakah almarhumah positif Covid-19 atau tidak, sebab, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik belum menyampaikan hasil tes yang dilakukan terhadap Ambarwati. Namun informasi yang diperoleh, almarhumah sempat kontak dengan Asisten Sekda Hari Soerjono yang sudah dinyatakan positif Covid-19.

Almarhumah yang memiliki kemampuan pijat melakukan pemijatan tangan Hari Soerjono beberapa waktu lalu. Ketika Hari Soerjono dinyatakan positif dan dirawat di rumah sakit, almarhumah kemudian menjalani rapid tes dan hasilnya reaktif. Hanya saja apakah almarhumah sudah dipastikan Covid-19 atau tidak masih belum terkonfirmasi.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik, Reza Pehlevi, hingga Rabu pagi, pihaknya belum menerima informasi apakah almarhumah sudah dilakukan tes usap (Swab) PCR. "Sehingga kami belum bisa memastikan apakah almarhumah ini positif atau tidak. Yang kami terima dari Dinas Kesehatan, jika almarhumah menderita penyakit kencing manis. Almarhumah meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Ibnu Sina," kata Reza Pahlevi.

Sukardi, Kepala Bagian Umum dan Perlengkepan Pemkab Gresik yang menjadi atasan almarhumah mengaku terkejut dengan kabar duka dari salahsatu stafnya tersebut. Diakui, pekan lalu almarhumah masih tetap bekerja seperti biasa. Memang pada Senin pagi, mengeluh sakit dan dilarikan ke RSUD Ibnu Sina.

"Tiba-tiba pagi ini dikabari sudah meninggal. Kami tidak tahu apakah Mbak Ambar ini positif Covid-19 atau tidak, karena memang belum ada hasil tes swab PCR atau lainnya. Yang pasti setelah ini kami akan melakukan rapid tes kepada seluruh staf d bagian Umum dan Perlengkapan untuk memastikan tidak ada penularan di ruangan lain," kata Sukardi.

[irp]

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik, Moh Qosim turut menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya staf bagian Umum Pemkab Gresik tersebut. Qosim yang juga Wakil Bupati Gresik ini mengaku prihatin dan mengajak kepada seluruh ASN dan pimpinan OPD  untuk meningkatkan protokol kesehatan.

"Dan yang paling berat memang ada toleransi tepo siro, dan Ambarwati ini kabarnya ada kontak dengan salahsatu pejabat eselon II dan akan kami cek kebenarannya," katanya

Pak Qosim menjelaskan, Pemkab terus menyusuri kontak yang pernah berinteraksi dengan beliau. "Melalui kontak ini yang punya potensi penyebaran virus Corona Covid-19. Dan selanjutnya kami akan melakukan sterilisasi kantor atau ruangannya paling sedikit tiga hari," tutur Qosim.

"Dan traking dengan kontak erat, jika diketahui akan dilakukan isolasi mandiri," jelas Pak Qosim. (nul)

Editor :