KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Sanksi akan dilakukan rapid tes bagi pelanggar aturan protokol kesehatan ternyata cukup ampuh membubarkan kerumunan. Setidaknya itu yang terjadi ketika Polres Bojonegoro dan tim gabungan TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP merazia kerumunan di sekitar Jembatan Sosrodilogo, Minggu (12/7/2020) malam.
Saat itu puluhan warga yang sedang nongkrong di atas jembatan dan sebagian lainnya menikmati makanan di sepanjang jalan. Tahu ada rombongan tim gabungan, mereka kabur dengan mengendarai sepeda motor masing-masing. Kawasan Jembatan Sosrodilogo selama ini memang dikenal ramai dikunjungi warga yang sekedar cangkruk menikmati malam atau mencari makanan PKL.
[irp]
"Katanya kalau terjaring razia kita akan diperiksa rapid tes dan menjalani karantina di rumah sakit. Wah daripada kena lebih baik kabur pulang saja. Kebetulan saya lupa juga membawa masker," kata Rakidi, warga Kecamatan Balen yang malam itu bersama temanya cangkruk di sekitar jembatan.
Hal senada disampaikan Nanik Setyo. Dia sebenarnya hanya melintas untuk membeli bakso di sekitar jembatan. Namun saat melihat ada lampu sirine petugas gabungan, dia mengurungkan niatnya membeli dan memilih balik lagi ke rumah. "Daripada saya kena razia kemudian disuruh rapid tes," kata mahasiswi salasahtu perguruan tinggi di Surabaya ini.
Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, pelaksanaan patroli gabungan dari TNI Polri dan Pemerintah Daerah tersebut, untuk memberikan imbuan kepada masyarakat. Tujuannya agar mereka tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah seperti menggunakan masker, mencuci tangan atau membawa hand sanitizer dan menjaga jarak.
[irp]
“Kami sosialisaikan menjelang tatanan kehidupan baru tetap mematuhi protokol kesehatan seperti di warung kopi, cafe, kemudian di tempat kerumunan,” ungkap Kapolres.
Dalam menyongsong Era Tatanan Kehidupan Baru, lanjut Kapolres, pihaknya akan terus melakukan kegiatan partroli gabungan khususnya pada saat weekend. “Sesuai perintah dari pusat untuk mensosialisasikan atau memberi himbuan apa yang harus diperhatikan oleh masyarakat menjelang New Normal atau Tatanan Kehidupan Baru,” terang Kapolres Bojonegoro.
Dikatakan, penularan Covid-19 yang cepat melalui percikan droplet atau ludah, maka dia berharap kepada masyarakat setiap beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker. Penggunaan masker akan menghambat terjadinya transmisi virus, hal ini dikarenakan masker dapat menampung virus yang keluar ketika seseorang berbicara, batuk dan bersin dari hidung atau mulut sehingga virus yang keluar tidak akan bertransmisi.
“Semua aktivitas mengeluarkan virus ketika kita berbicara, batuk dan bersin. Namun virus itu (Covid-19) akan tertampung oleh masker kalau kita menggunakan masker,” pungkansya. (hen)
Editor : M Nur Afifullah