KLIKJATIM.Com l Gresik - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Solidaritas Pendidikan Gresik (SPP) mendatangi kantor DPRD Gresik, Rabu (1/7/2020) siang. Mereka menuntut agar biaya perkuliahan dibebaskan selama pandemi covid-19.
Mahasiswa menilai, bahwa selama pandemi para orang tua yang terutama dari kalangan buruh dan tani terdampak. Diprediksi, jika tidak ada keringanan biaya, ancaman putus kuliah akan semakin tinggi bagi para anak buruh dan tani.
[irp]
Korlap Aksi Solihul Hadi mengatakan, hantaman krisis ekonomi juga berdampak pada nasib mahasiswa dan pelajar. Pasalnya, mereka harus terus menerus membayar biaya pendidikan, padahal kondisi ekonomi keluarga mereka sedang kurang baik akibat pandemi Covid-19.
“Ditambah fasilitas pendidikan juga sama sekali tidak dipergunakan. Jadi dengan alasan apa kami harus membayar biaya kuliah. Toh selama pandemi sistem pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh,” ujar Hadi saat ditemui di tengah massa pendemo.
Selain menyuarakan biaya pembebasan kuliah, mahasiswa juga menuntut agar SPP di jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA juga digratiskan.
[irp]
“Jangankan untuk bayar pendidikan, untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja sangat kesulitan," tegasnya.
Unjuk rasa yang diikuti gabungan organ mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumberdaya Alam (FNKSDA) itu memanas dengan aparat. Massa aksi mengamuk karena anggota DPRD Gresik tidak kunjung mendatangi pendemo.
Ketegangan itu dapat diredam saat perwakilan massa aksi keluar dengan membawa surat pakta integritas. Isinya anggota DPRD Gresik siap mendukung apa yang dituntut mahasiswa. Antara lain, membebaskan biaya kuliah mahasiswa, menggratiskan biaya pendidikan dari SD, SMP hingga SMA dan mendorong pemerintah menciptakan platform daring mandiri yang berkualitas.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik, Syaikhu Busiri menyatakan siap mendukung apa yang diperjuangkan mahasiswa. Tapi pihaknya tidak bisa menjamin hasil yang diperjuangkan akan terlaksana.
“Yang perlu diketahui kami di DPRD ini juga ada batasan-batasan yang tidak bisa dilewati. Tapi secara prinsip kami sepakat dengan tuntutan mahasiswa,” pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi