KLIKJATIM.com | GRESIK - Wakil Bupati (Wabup) Gresik Mohammad Qosim mengklaim angka kemiskinan di Kabupaten Gresik turun. Di antaranya berkat adanya Program Keluarga Harapan (PKH) yang langsung menyentuh ke masyarakat bawah.
Hal itu disampaikan Qosim saat rapat koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan seluruh pendamping PKH se-Kabupaten Gresik. Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Gresik itu, angka kemiskinan di wilayahnya tinggal 12,8 persen.
"Alhamdulillah angkanya turun terus. Itu semua berkat bantuan dan kerjasama teman-teman pendamping PKH di Gresik," kata wakil bupati dua periode itu, Rabu (10/7/2019).
[irp]
Qosim meminta angka kemiskinan di Gresik terus ditekan. Untuk itu, dia meminta pendamping PKH meningkatkan kinerjanya.
"Angka kemiskinan nasional 9,6 persen. Harapannya angka kemiskinan di Gresik seperti nasional hanya tinggal satu digit," harap dia.
Qosim menyadari, jika di lapangan pendamping banyak menghadapi kendala. Sebab, banyak dari warga yang telah mendapatkan bantuan dari negara enggan berhenti meski termasuk kriteria keluarga sejahtera.
[irp]
"Saya berharap PKH punya kriteria untuk keluarga sejahtera. Jadi tidak berpedoman pada penerima bantuan," harapnya.
Kesejahteraan tidak bisa meningkat, lanjut Qosim, jika warga yang mampu enggan diputus bantuannya. Qosim percaya pendamping PKH bisa menyelesaikan problem tersebut demi meningkatnya masyarakat Gresik.
"Tujuan teman-teman PKH dan Pemkab Gresik sama. Kita tinggal sinergi saja untuk melaksanakannya," tuturnya. (nul/mkr/*)
Editor : Redaksi