klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bidan di Menganti Gresik Bantah Tolak Ibu Lahiran hingga Bayi Meninggal

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Handono terlihat resah usai bayinya meninggal di Rumahnya (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Handono terlihat resah usai bayinya meninggal di Rumahnya (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik--Bidan yang menolak seorang ibu melahirkan di Dusun Bendil, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik angkat bicara. Dia membantah telah menolak pasien.

Bidan tersebut bernama Suhartini. Dia menepis tuduhan telah menolak pasien yang hendak melahirkan. Dia mengaku tidak tau ada pasien hendak melahirkan datang ke rumahnya.

[irp]

"Saya tidak menolak, saya tidak tau kalau ada pasien datang ke rumah," katanya saat dikorfirmasi lewat selulernya.

Menurutnya, sejak Februari 2020 kemarin pasien tersebut sudah periksa. Suhartini menyatakan telah merekomendasikan agar pasien menjalani pemeriksaan di Puskesmas.

"Setelah bulan Februari itu, pasien itu mengalami resiko tinggi dan sudah tidak kontak dengan saya," katanya.

"Bulan Februari saya suruh kontrol di Puskesmas Kepatihan. Saya sehari-hari di rumah. Itu memang tidak boleh ditangani bidan karena resiko tinggi. Dan saya juga rekomendasikan kepada pasien itu membuat surat keterangan tidak mampu," tambah Suhartini yang sudah pensiun dari profesinya sebagai bidan.

Dijelaskan Suhartini, usai pensiun dia membuka praktek di rumahnya. Namun, selama praktek dia tidak melayani proses persalinan.

[irp]

"Saya bidan tapi sudah tidak melayani persalinan. Saya sudah tidak di Puskesmas. Di rumah hanya periksa pasien hamil dan pasien biasa saja," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kepatihan, Dodik Suprayogi mengatakan, baru mengetahui tentang informasi bidan yang menolak warganya hendak melakukan perslinan atau melahirkan.

"Saya baru tau info itu, dan akan saya koordinasikan dengan kasun (kepala Dusun) setempat," singkatnya. (mkr)

Editor :