KLIKJATIM.com | GRESIK - Meski tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Gresik tahun 2020 belum dimulai, namun sejumlah figur sudah mulai bermunculan. Bahkan, di sejumlah media sosial (medsos) juga mulai ramai menjadi perbincangan.
Menariknya, di antara beberapa nama telah muncul sederet dokter yang dikabarkan ikut meramaikan bursa pencalonan Bupati (Cabup) dan Wakil Bupati (Cawabup) Gresik. Antara lain dr Asluchul Alif yang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Gresik, dr Anis Ambiyo Putri serta dr Singgih Widi Pratomo.
Saat dikonfirmasi, dr Anis Ambiyo Putri dengan tegas menyampaikan kesiapannya untuk maju di Pilbup Gresik 2020 mendatang. Kendati belum ada kepastian partai yang akan mengusung karena dirinya bukan pengurus atau kader partai, tetapi tekadnya untuk mengabdikan diri melalui pencalonan sudah matang.
[irp]
"Kami masih fokus silaturrahmi kepada para tokoh dan sosialisasi melalui beberapa kegiatan di masyarakat. Soal partai politik kami sembari berjalan akan berkomunikasi," kata dr Anis, Rabu (03/07/2019).
Dia mengaku, sejauh ini dirinya mendapat banyak dorongan dari masyarakat Gresik, khususnya wilayah Gesik Selatan untuk maju di Pilbup 2020.
"Banyak dari wilayah Gresik Selatan yang meminta saya maju, terutama komunitas para ibu-ibu yang kami temui. Kami tekadkan semua ini untuk pengabdian kepada masyatakat," tandasnya.
[irp]
Disinggung terkait banyaknya dokter yang juga santer ikut meramaikan Pilbup, dia menanggapi positif. Semua ini demi kemajuan dunia kesehatan di daerah setempat.
"Masyarakat Gresik harus sehat, tentu harus ditopang dengan pelayanan kesehatan yang prima di semua layanan kesehatan, mulai dari kota sampai ke desa. Jadi kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama," menurut salah satu tokoh perempuan itu.
Dapat diketahui, akhir-akhir ini di media sosial telah ramai memunculkan beberapa figur terkait pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Sesuai pengamatan klikjatim.com, sejumlah nama itu di antaranya Mohammad Qosim, Siti Muafiyah, Ahmad Nadir, Ahmad Nurhamim, dr Asluchul Alif, dr Singgih Widi Pratomo, dr Anis Putri Ambiyo serta Mujid Riduan. (nul/*)
Editor : Redaksi