klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Perkuat SDM dari Lingkungan Keluarga, Pemkab Lamongan Wisuda 221 Peserta Sekolah Orang Tua Hebat Angkatan VII

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi resmi mewisuda 221 peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Angkatan VII.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi resmi mewisuda 221 peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Angkatan VII.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing dapat dimulai dari lingkup paling mendasar, yakni keluarga, melalui penerapan pola asuh anak yang tepat sejak dini.

Upaya strategis ini terus diakselerasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, salah satunya lewat program inovatif Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang kini resmi menggelar Wisuda Angkatan VII Tahun 2026 di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, Kamis (29/10/2026).

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi hadir secara langsung memberikan apresiasi tinggi kepada para orang tua yang telah berhasil menuntaskan seluruh rangkaian kurikulum pembelajaran SOTH.

Menurutnya, pemahaman pola asuh yang baik merupakan fondasi penting untuk membangun komunikasi yang harmonis serta ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak.

"Melalui SOTH, para orang tua telah mendapatkan edukasi komprehensif tentang pola asuh yang baik. Harapannya, anak-anak merasa semakin nyaman dan senang untuk terbuka serta berkomunikasi dengan orang tuanya di rumah," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Bupati Yuhronur mengajak seluruh alumni SOTH untuk secara konsisten mempraktikkan ilmu dan pemahaman yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa ketahanan dan kualitas keluarga sebagai unit terkecil masyarakat memegang peranan krusial dalam menopang cita-cita pembangunan SDM unggul di Kabupaten Lamongan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lamongan, Aini Masidah, menjelaskan bahwa program SOTH dirancang khusus untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta rasa percaya diri orang tua dalam mendidik anak. Program ini fokus memperkuat peran sentral keluarga dalam membentuk karakter sekaligus mengawal tumbuh kembang anak secara optimal.

Sistem pembelajaran SOTH dilaksanakan secara terstruktur melalui 13 kali pertemuan, dilengkapi dengan mekanisme evaluasi berupa pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan kapasitas peserta.

Materi yang dibekalkan mencakup berbagai topik krusial, antara lain:

  1. Perencanaan kehidupan keluarga yang matang.
  2. Penerapan pola asuh positif dan edukatif.
  3. Pemenuhan gizi seimbang untuk pencegahan stunting.
  4. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
  5. Pembentukan karakter dan moral anak sejak usia dini.

Pada angkatan VII ini, prosesi wisuda diikuti oleh 221 orang tua yang merupakan perwakilan dari 14 desa di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Ngimbang, Modo, dan Pucuk.

Kehadiran SOTH dirasakan memberikan dampak perubahan perilaku yang signifikan bagi para peserta. Hartini, peserta asal Desa Yungyang, Kecamatan Modo, yang dinobatkan sebagai lulusan SOTH terbaik, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pemenuhan hak anak, kelengkapan imunisasi, hingga mitigasi stunting.

"Setelah mengikuti SOTH, kami menjadi lebih memahami kondisi dan kebutuhan anak. Misalnya terkait risiko stunting, kami tidak lagi panik, melainkan tahu langkah konkret yang harus dilakukan untuk memperbaiki pemenuhan gizi demi mendukung tumbuh kembang anak," ungkap Hartini.

Senada dengan Hartini, Ida Karismadia, perwakilan peserta dari Desa Slaharwotan, mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan dari SOTH, pola pengasuhan anak yang ia terapkan mayoritas masih bergantung pada kebiasaan konvensional yang diwariskan secara turun-temurun tanpa dibekali pengetahuan medis maupun psikologis yang tepat.

Melalui wisuda SOTH Angkatan VII ini, Pemkab Lamongan berharap para alumni dapat menjadi motivator dan agen perubahan (agent of change) di lingkungan RT/RW masing-masing, sehingga gerakan pengasuhan anak yang sehat, cerdas, dan berkarakter dapat terwujud secara merata di seluruh pelosok Kabupaten Lamongan.

Editor :