klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dua Dosen Unej Ikut Demo di DPRD Jember, Kritik Pemerintah Lewat Puisi dan Orasi

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Dua dosen Universitas Jember, Dr. Ikwan Setiawan dan Dr. Muhammad Iqbal, bergantian menyampaikan kritik melalui puisi dan orasi dari atas mobil komando saat aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jember.
Dua dosen Universitas Jember, Dr. Ikwan Setiawan dan Dr. Muhammad Iqbal, bergantian menyampaikan kritik melalui puisi dan orasi dari atas mobil komando saat aksi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jember.

KLIKJATIM.Com | Jember – Dua dosen Universitas Jember (Unej) turut menyuarakan kritik dalam aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD Jember, Jumat (30/10/2026) sore. Di tengah guyuran hujan, keduanya menyampaikan kritik terhadap kondisi bangsa melalui mimbar aksi.

Kedua akademisi tersebut adalah Dr. Ikwan Setiawan, S.S., M.A., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya Unej, dan Dr. Muhammad Iqbal, S.Sos., M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unej.

Ikwan menyampaikan kritik melalui pembacaan puisi karya WS Rendra dan Wiji Thukul. Sementara itu, Iqbal berorasi dari atas mobil komando dengan menyinggung kondisi pemerintahan dan tuntutan masyarakat agar pemerintah segera mengambil langkah nyata.

"Kita unjuk rasa saat ini turun hujan, artinya ini sama dengan saat ini, pemerintah harus turun," ujar Iqbal.

Pernyataan tersebut disambut teriakan dan tepuk tangan ratusan mahasiswa yang memadati kawasan depan gedung legislatif.

Kehadiran dua dosen tersebut menjadi salah satu sorotan dalam aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Indonesia Sadar. Keduanya bergabung dengan mahasiswa yang menyampaikan kritik terhadap demokrasi, kebijakan pemerintah, dan berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan penyelesaian konkret.

Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB. Massa terlebih dahulu melakukan longmarch dari kawasan Double Way Unej menuju Gedung DPRD Jember dengan membawa mobil komando dan pengeras suara.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa 18 tuntutan yang dikelompokkan dalam enam bidang, yakni pendidikan, lingkungan, demokrasi dan hak asasi manusia (HAM), politik kebijakan, ekonomi, serta kesehatan.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Dhiya'ul Haq, mengatakan tuntutan tersebut disusun berdasarkan keresahan mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat.

Menurut dia, kondisi nasional selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu latar belakang mahasiswa menyampaikan kritik melalui aksi massa.

Sejumlah persoalan yang disoroti meliputi ketidakadilan, kerusakan lingkungan, dugaan keracunan dalam pelaksanaan program pemerintah, hingga kekhawatiran terhadap masuknya militerisme ke ruang sipil.

Sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah anggota DPRD Jember menemui massa aksi. Namun, tidak ada unsur pimpinan DPRD yang hadir secara langsung di lokasi.

Ketua DPRD Jember Ahmad Halim dan Wakil Ketua DPRD Widarto kemudian berkomunikasi dengan mahasiswa melalui panggilan video WhatsApp.

Dalam komunikasi tersebut, Widarto menyatakan kesepakatannya terhadap sejumlah isu yang disuarakan mahasiswa. Dia juga menyatakan bersedia menandatangani tuntutan dan meneruskannya kepada pemerintah pusat.

Meski demikian, mahasiswa meminta seluruh unsur pimpinan dan fraksi DPRD Jember memberikan tanda tangan secara langsung sebagai bentuk komitmen terhadap tuntutan yang disampaikan.

Dhiya'ul Haq menegaskan mahasiswa akan mengawal komitmen tersebut pada Sabtu (31/10/2026). Jika tuntutan tidak ditindaklanjuti sesuai kesepakatan, mereka membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Editor :