KLIKJATIM.Com | Jember -Kebakaran menimpa kandang kambing di Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Akibat kebakaran kerugian diperkirakan sekitar Rp30 juta. Nilai tersebut mencakup kerusakan bangunan kandang dan ternak yang diduga mati terbakar.
Anggota Regu A Posko Pemadam Kebakaran (Damkar) Ambulu, Mohammad Nafik, menyampaikan taksiran kerugian itu berdasarkan informasi yang diperoleh petugas saat menangani kejadian. Sementara itu, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
“Untuk kerugian kurang lebih Rp30 juta. Itu sudah terhitung kambing sama kandang,” kata Nafik saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jember, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, petugas menerima laporan sekitar pukul 11.31 WIB dan langsung memberangkatkan armada satu menit kemudian. Petugas tiba di lokasi pada pukul 11.56 WIB dengan kekuatan empat personel.
Kebakaran terjadi di area kandang yang berada cukup jauh dari gerbang pinggir jalan.
"Berdasarkan keterangan warga dan pekerja kandang, tidak ada orang di dalam lokasi saat kejadian, sedangkan gerbang menuju area tersebut dalam keadaan terkunci," ujar Nafik.
Warga berupaya masuk untuk menyelamatkan ternak. Namun, ketika berhasil mencapai kandang, sebagian bangunan sudah terbakar. Sejumlah kambing dapat diselamatkan, tetapi belasan lainnya diduga menjadi korban.
Nafik memperkirakan jumlah kambing yang terdampak lebih dari 12 ekor, termasuk kambing dewasa dan anakan. Pendataan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena jumlah kambing anakan yang terdampak belum diketahui secara pasti.
Dalam penanganan kebakaran, petugas terlebih dahulu membasahi bagian kandang yang belum terbakar untuk mencegah api meluas.
"Pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan pada area yang telah terbakar. Proses tersebut berlangsung sekitar satu jam," ulasnya.
Menurut Nafik, tantangan utama berada pada akses menuju kandang. Jarak dari gerbang pinggir jalan diperkirakan lebih dari 100 meter, dengan kondisi jalan masuk yang sempit dan berkelok. Kendati demikian, proses pemadaman dapat dilakukan tanpa kendala berarti.
Terkait sumber api, warga menyampaikan dugaan kemungkinan adanya pembakaran sampah di lahan kosong di sebelah pagar kandang.
"Tapi, dugaan tersebut belum didukung kepastian mengenai asal api sehingga tidak dapat disimpulkan sebagai penyebab kejadian. Masih dugaan sementara," kata Nafik.
Informasi yang diterima petugas di lokasi juga menyebut kandang tersebut diduga milik kepala desa setempat. Namun, belum terdapat konfirmasi langsung dari pemilik mengenai kepemilikan, kronologi awal kebakaran, jumlah ternak yang hilang, maupun taksiran kerugian.
Penyebab kebakaran dan total kerugian masih perlu dipastikan melalui pendataan lebih lanjut. Untuk sementara, taksiran Rp30 juta dan jumlah korban ternak yang disampaikan petugas merupakan informasi awal berdasarkan keterangan di lapangan.
Editor : Wahyudi