KLIKJATIM.Com | Jember – Seekor tokek yang bersembunyi di dapur rumah kontrakan membuat sejumlah mahasiswi di Komplek Perumahan Green Tegal Gede Residence Blok G-51, Jember, panik. Karena kesulitan menangkap hewan tersebut, salah satu penghuni akhirnya meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Pemkab Jember.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 21.23 WIB. Tokek yang berada di area dapur tersebut mengeluarkan suara keras sehingga membuat para penghuni rumah merasa ketakutan.
Salah satu penghuni berinisial DN (20) kemudian menghubungi petugas UPT Damkarmat Satpol PP Pemkab Jember melalui pesan di media sosial Instagram.
Mendapat laporan tersebut, tiga personel Regu A Mako Damkarmat Pemkab Jember bergegas menuju lokasi menggunakan mobil rescue untuk mengevakuasi tokek tersebut.
“Awalnya kami dihubungi salah seorang penghuni rumah kontrakan. Dia menyampaikan bahwa ada tokek di rumahnya. Karena semua penghuninya perempuan, mereka panik,” kata anggota Mako A Damkarmat Pemkab Jember, Aris Setiawan, saat dikonfirmasi di Jember, Senin (12/10/2026).
Aris menjelaskan, tokek tersebut sebenarnya tidak beracun sehingga warga tidak perlu terlalu khawatir. Namun, keberadaan hewan itu membuat penghuni rumah panik dan memilih meminta bantuan petugas.
Menurutnya, proses evakuasi berlangsung cukup cepat. Saat petugas tiba, tokek berukuran sebesar jempol orang dewasa itu diketahui bersembunyi di belakang lemari es di dapur.
Ketika hendak ditangkap, tokek tersebut berpindah tempat dan bersembunyi di sekitar rak bekas yang berada di dekat tempat cuci piring. Petugas kemudian berhasil menangkapnya tanpa membutuhkan waktu lama.
“Waktu akan ditangkap, tokek itu bersembunyi di sekitar rak-rak bekas dekat tempat cuci piring. Selanjutnya dengan cepat kami tangkap. Alhamdulillah berhasil,” ungkap Aris.
Secara keseluruhan, proses evakuasi hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Setelah berhasil ditangkap, tokek tersebut dibawa petugas untuk dilepasliarkan di lokasi yang jauh dari permukiman warga.
Langkah itu dilakukan agar tokek tidak kembali masuk ke rumah warga dan menimbulkan kepanikan serupa.
Editor : Abdul Aziz Qomar