klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Panen Raya Garam di Sampang, PT Sumatraco Siap Serap 50 Ribu Ton Produksi Petambak Madura

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
PT. Sumatraco berdayakan hasil produksi petani garam Sampang, Madura (Ist)
PT. Sumatraco berdayakan hasil produksi petani garam Sampang, Madura (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Musim panen raya garam di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, membawa angin segar bagi kesejahteraan para petambak lokal. Perusahaan pengolahan garam nasional, PT Sumatraco, menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil produksi garam rakyat Madura dalam skala besar.

Perwakilan PT Sumatraco, Muhammar Ishak, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras para petambak Madura yang berhasil menghasilkan kristal garam berkualitas tinggi pada musim panen tahun ini.

"Alhamdulillah, saya mengapresiasi betul para petani yang ada di Madura. Untuk tahap awal, target penyerapan kami mencapai 50.000 ton garam rakyat, dan jumlah ini masih sangat berpeluang bertambah menyesuaikan dengan kondisi produksi di lapangan," ujar Ishak. 

Ishak menegaskan pentingnya menjaga kualitas hasil panen agar perusahaan dapat terus memberikan kepastian harga beli yang tinggi dan kompetitif di tingkat petambak.

Meski kualitas garam Madura saat ini sudah tergolong bagus, pihak perusahaan mengimbau adanya peningkatan dari sisi masa pemeliharaan lahan. Jika selama ini petani memanen garam pada usia 12 hingga 15 hari, ke depan diharapkan proses Kristalisasi diperpanjang hingga usia minimal 20 hari.

"Harapannya untuk petani, khususnya petani binaan, kita bisa membuat garam dengan kualitas yang bagus. Karena dengan kualitas yang bagus tersebut, kami juga bisa memberikan harga yang terbaik. Jika memungkinkan, usia olah garam ditingkatkan minimal 20 hari agar hasilnya lebih maksimal," tuturnya.

Antusiasme senada dirasakan oleh para petani garam di Kabupaten Sampang. Ali Hosen, salah seorang petambak lokal, mengaku kombinasi cuaca yang bersahabat serta dukungan pemerintah sangat membantu melimpahnya hasil panen musim ini.

Dalam proses pengolahan, mayoritas petambak kini sudah memanfaatkan teknologi alas plastik membran untuk menjaga kerapian dan kebersihan garam. Selain itu, pembersihan sisa kotoran sebelum diangkut tetap dilakukan secara manual demi menjaga mutu kristal garam.

Terkait dinamika harga di tingkat petambak, Ali menyebutkan nilai jual saat ini berada pada kisaran Rp85.000 hingga Rp90.000 per kuintal, mengikuti pergerakan pasar nasional.

"Untuk harga itu fleksibel mengikuti pasar nasional. Saat ini ada di kisaran Rp85 ribu sampai Rp90 ribu per kuintal. Harapan kami ke depan dengan adanya kemitraan penyerapan dari perusahaan seperti PT Sumatraco, harga garam bisa terus merangkak naik dan menyejahterakan petani," pungkas Ali.

Editor :