klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Masuk 10 Besar Siskamling Jatim 2026, Sukorejo Bojonegoro Andalkan Aplikasi Aduan dan Perlindungan Linmas

avatar Akmal
  • URL berhasil dicopy
Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, menjadi wakil Kabupaten Bojonegoro yang masuk nominasi 10 besar Siskamling Jogo Jawa Timur 2026. (Dok)
Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, menjadi wakil Kabupaten Bojonegoro yang masuk nominasi 10 besar Siskamling Jogo Jawa Timur 2026. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, masuk nominasi 10 besar terbaik dalam ajang Siskamling Jogo Jawa Timur 2026. Capaian ini ditopang inovasi keamanan berbasis masyarakat, mulai dari aplikasi pelaporan kejadian hingga perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian Kabupaten Bojonegoro dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober 2026. Desa Sukorejo dinilai mampu mengembangkan fungsi pos keamanan lingkungan (poskamling) menjadi lebih dari sekadar tempat ronda malam, yakni sebagai ruang komunikasi warga dan pusat penguatan ketahanan sosial.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan berbagai unsur dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurut dia, sinergi pemerintah desa, Linmas, TNI, dan Polri diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Peran dari Linmas sangat berarti, karena akan memberikan daya dukung terhadap lingkungan kita sekitar masing-masing. Dan kami berharap seluruh kepala desa, perangkat, dan seluruh Linmas bahu-membahu menjaga keamanan lingkungan,” kata Nurul Azizah.

Di Desa Sukorejo, kegiatan siskamling tidak hanya dilakukan melalui ronda malam. Poskamling juga menjadi tempat warga berkomunikasi dan bergotong royong, sekaligus titik kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana.

Anggota Linmas turut membantu aktivitas masyarakat sehari-hari, termasuk menyeberangkan anak-anak sekolah pada pagi hari. Peran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan keamanan dan pelayanan yang lebih dekat dengan warga.

Kepala Desa Sukorejo Meyke Lelyanasari mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah desa juga mengembangkan program *Srawung*, yakni forum tatap muka untuk menampung kritik, saran, dan aspirasi masyarakat secara langsung.

Melalui program tersebut, pemerintah desa mendatangi lingkungan warga dan menggelar pertemuan dalam suasana akrab. Cara ini diharapkan memperkuat komunikasi sekaligus membantu pemerintah desa mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat.

Selain pertemuan langsung, warga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi **Si Mbak Kades**, singkatan dari Sistem Keamanan dan Ketertiban Desa Sukorejo. Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat melaporkan kejadian di lingkungan agar dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Warga juga bisa memanfaatkan aplikasi ‘Si Mbak Kades’ (Sistem Keamanan dan Ketertiban Desa Sukorejo). Setiap kejadian di lingkungan dapat dilaporkan secara cepat dan ditindaklanjuti dengan koordinasi pihak terkait,” ujar Meyke.

Inovasi Desa Sukorejo juga menyasar kesejahteraan anggota Linmas. Selain menerima insentif dari pemerintah, mereka mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dengan dukungan program *Universal Health Coverage* (UHC).

Pemeriksaan kesehatan rutin juga dilaksanakan di tingkat rukun tetangga (RT) oleh puskesmas setempat. Dukungan tersebut diharapkan membantu menjaga kondisi kesehatan anggota Linmas agar tetap siap menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan masyarakat.

Tantangan keamanan di Desa Sukorejo cukup beragam karena wilayah tersebut memiliki sejumlah fasilitas publik. Di antaranya pasar tradisional, pusat perbelanjaan, stasiun kereta api, terminal, rumah sakit umum daerah (RSUD), serta lembaga pendidikan mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat agar keamanan lingkungan dapat terjaga.

Masuknya Desa Sukorejo dalam nominasi 10 besar Siskamling Jogo Jawa Timur 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lain di Bojonegoro. Pengembangan keamanan lingkungan dinilai perlu dilakukan secara partisipatif, responsif, serta berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat.

Editor :