klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

85 Importir GINSI Jatim Dapat Pemahaman Proses Impor di TPS

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Narasumber dari TPS, Ilyas Darmawan, sedang memberikan presentasi tentang proses bisnis operasional TPS kepada anggota GINSI. (Dok/TPS for Klikjatim)
Narasumber dari TPS, Ilyas Darmawan, sedang memberikan presentasi tentang proses bisnis operasional TPS kepada anggota GINSI. (Dok/TPS for Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Sebanyak 85 anggota Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur mengikuti sosialisasi proses bisnis operasional impor di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Kegiatan tersebut membahas sejumlah tahapan layanan yang harus dilalui importir hingga barang dapat dikeluarkan dari terminal.

Sosialisasi yang berlangsung di Ruang Toba TPS, Kamis (10/9/2026), juga melibatkan Bea Cukai Tanjung Perak serta Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur.

Keterlibatan ketiga institusi tersebut menjadi bagian penting karena proses pengeluaran barang impor di pelabuhan tidak hanya berkaitan dengan operasional terminal, tetapi juga pemeriksaan kepabeanan dan karantina.

Dalam kegiatan itu, para importir mendapat penjelasan mengenai tahapan operasional mulai dari persiapan pembongkaran petikemas, proses discharge dan delivery, hingga pengajuan layanan melalui platform digital.

Materi juga mencakup sejumlah mekanisme pemeriksaan, seperti behandle fisik, joint inspection dan pemeriksaan X-Ray. Selain itu, peserta memperoleh informasi mengenai layanan karantina, di antaranya Direct Behandle Karantina, Yard Behandle Karantina, fumigasi serta pemeriksaan kulit mentah garaman.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan pemahaman terhadap setiap tahapan layanan diperlukan agar pengguna jasa dapat merencanakan kegiatan impor dengan lebih efektif.

“Bulan Pelanggan menjadi momentum bagi TPS untuk lebih dekat dengan pengguna jasa sekaligus membangun kesamaan pemahaman terkait proses bisnis operasional di terminal. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menghadirkan informasi yang utuh mengenai layanan yang melibatkan TPS, Bea Cukai dan Karantina sehingga pengguna jasa dapat memahami alur proses secara menyeluruh dan memanfaatkan layanan yang tersedia secara optimal,” ujar Erika.

Menurut dia, koordinasi antara terminal, otoritas kepabeanan dan karantina menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran arus barang di pelabuhan.

“Kehadiran Bea Cukai Tanjung Perak dan Balai Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan Jawa Timur dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk membangun sinergitas layanan. Kami berharap komunikasi yang terjalin melalui forum ini dapat memperkuat koordinasi dengan para importir serta mendukung kelancaran arus barang dan rantai pasok nasional,” tambahnya.

Melalui sosialisasi tersebut, TPS berharap para importir memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai keterkaitan setiap tahapan layanan. Hal itu dinilai dapat membantu pengguna jasa memenuhi ketentuan yang berlaku sekaligus mengurangi potensi kendala dalam proses pengeluaran barang.

TPS sendiri merupakan terminal petikemas yang melayani arus perdagangan internasional dan domestik. Perusahaan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna jasa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat koordinasi dalam rantai logistik.

Kegiatan bersama GINSI Jawa Timur tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Pelanggan yang berlangsung sepanjang September.

Editor :