klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

RSUD Karangkembang Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa melalui Inovasi Kekasih Sejiwa

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
RSUD Karangkembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa secara berkelanjutan.
RSUD Karangkembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa secara berkelanjutan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan - RSUD Karangkembang terus memperkuat pelayanan kesehatan jiwa melalui inovasi Kekasih Sejiwa (Keluarga Kami Sigap dengan Kesehatan Jiwa). Program yang telah dikembangkan sejak 2023 ini kini memasuki tahap penyempurnaan dengan menghadirkan dua inovasi digital utama: Smart Book Kekasih Sejiwa Dan Kekasih Score.

Langkah penyempurnaan ini dirancang sebagai respons atas tingginya angka kekambuhan pasien pasca-perawatan di rumah sakit. Berdasarkan evaluasi pelayanan, kekambuhan pasien umumnya dipicu oleh ketidakpatuhan minum obat, keterlambatan jadwal kontrol, serta minimnya pemahaman keluarga dalam mengenali indikasi awal penurunan kondisi kesehatan jiwa pasien.

Direktur RSUD Karangkembang, dr. Maya Dewi Hanggraningrum, menegaskan bahwa proses pemulihan pasien gangguan jiwa tidak dapat mengandalkan terapi medis di rumah sakit semata, melainkan sangat bergantung pada pengawasan di lingkungan rumah.

"Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemulihan pasien. Melalui Kekasih Sejiwa, kami ingin memperkuat kemampuan keluarga agar mampu melakukan pendampingan, mengenali tanda-tanda awal kekambuhan, dan segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan sebelum kondisi pasien memburuk," ujar dr. Matya Dewi Hanggraningrum.

Fitur Utama Inovasi Digital KEKASIH SEJIWA

  • SMART BOOK KEKASIH SEJIWA: Buku saku digital berbasis pemindaian QR Code melalui telepon pintar. Media ini memuat panduan praktis penanganan gangguan jiwa, manajemen efek samping obat, komunikasi terapeutik, penanganan kondisi krisis, latihan relaksasi, hingga jadwal kontrol.
  • KEKASIH SCORE: Instrumen skrining mandiri bagi keluarga untuk mengukur risiko kekambuhan pasien secara berkala. Penilaian mencakup aspek kepatuhan obat, pola tidur, perubahan perilaku, adanya halusinasi, dan tingkat agresivitas. Hasil pemantauan ini menjadi acuan petugas dalam menentukan intervensi, mulai dari konsultasi hingga home visit.
  • Rembug Keluarga: Wadah diskusi dan edukasi tatap muka secara rutin antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien untuk memperkuat kolaborasi pendampingan.

Lewat implementasi program terpadu ini, RSUD Karangkembang menargetkan penurunan angka kekambuhan pasien gangguan jiwa sedikitnya 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Pihak rumah sakit juga membidik tingkat kepatuhan kontrol mencapai minimal 95 persen, kepatuhan minum obat 90 persen, serta 90 persen keluarga mampu melakukan skrining awal mandiri menggunakan Kekasih Score.

Pemanfaatan sistem digital ini diharapkan mampu memangkas hambatan edukasi tatap muka, mempercepat respon intervensi medis, serta menjadikan keluarga sebagai mitra utama dalam menciptakan pelayanan kesehatan jiwa yang responsif dan berkelanjutan.

Editor :