KLIKJATIM.Com | Gresik - Tahun ini Pemkab Gresik meniadakan Tradisi Pasar Bandeng akibat pandemi Covid-19. Namun demikian, para pedagang tidak kehilangan akal agar tetap bisa menjual bandeng kawak (besar) yang sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun.
[irp]
Pedagang bandeng kawak kini menjual ikan dagangannya melalui media sosial dan grup-grup whatsspapp. Para penjual dan petani tambak ikan Bandeng kawak asal di Desa Mengare, Kecamatan Bungah juga menjual ikannya secara langsung dengan membuka lapak dadakan di kawasan perumahan.
Sejumlah kawasan perumahan seperti Gresik Kota Baru, Alam Bukti Raya, Pondok Permata Suci, Giri Asri kini mudah dijumpai pedagang bandeng kawak. Mereka berjualan untuk tetap memperoleh penghasilan saat pandemi Covid – 19 imi yang mengakibatkan acara lelang ikan bandeng ditiadakan.
Salah satu penjual ikan Bandeng Kawak Mahmud asal Desa Dusun Watu Gajah Desa Watu agung mengatakan, gara-gara covid – 19 ini biasanya saya berjualan bandeng di Pasar bandeng, namun saat ini berjualan lewat onlaine dan berjualan di GKB.
[irp]
“ Saya menjual ikan bandeng mengare dengan berat 1 kg untuk 9 ons kebawa harga 50rb , kalo yang , 1 kg ke atas 60 rb, 1,5 kg ke atas 80 , 2k g harga 110 rb, 2,5 kg ke atas 135 rb, besar 3 kg ke atas harga perkilo 185 rb,”ujarnya.
Ditambahkan, dirinya ikut menjual ikan bandeng asli mengare sudah setiap tahun saat bulan Ramadhan dengan hasil yang cukup baik omsetnya bisa puluhan juta namun saat ini menurun drastis.
"Disyukuri aja mas yang penting masih bisa berjualan lewat onlaine dan di jual dadakan menggunakan mobil pik up seperti ini," ujarnya.
Tradisi pasar bandeng biasanya selalu digelar dua hari menjelang Idul Fitri. Ikan bandengnya tidak hanya dari Gresik, bisa jadi dari Sidoarjo atau Lamongan tapi yang khusus dilelang hanya ikan bandeng dari petani tambak di Gresik. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar