klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dukung Energi Bersih dan Bebas Sampah, PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka Jawa Barat

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot (tengah kedua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah kedua dari kiri) beserta para stakeholder secara simbolis.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot (tengah kedua dari kanan) bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (tengah kedua dari kiri) beserta para stakeholder secara simbolis.

KLIKJATIM.Com | Bandung – PT PLN (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan nasional melalui penyerapan energi listrik yang dihasilkan dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Proyek waste to energy yang kini resmi memasuki tahap konstruksi tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh (Commercial Operation Date) pada tahun 2029. PSEL Legok Nangka dirancang mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan daya listrik berkapasitas 40,79 Megawatt (MW) atau setara 310 Gigawatt-hour (GWh) per tahun.

Sebagai langkah konkret, PLN telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) berjangka panjang selama 20 tahun bersama PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) selaku Badan Usaha Pelaksana yang ditunjuk Pemprov Jabar. Melalui kontrak tersebut, seluruh listrik bersih hasil olahan sampah akan disalurkan langsung ke dalam sistem kelistrikan PLN untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menegaskan bahwa PSEL Legok Nangka merupakan bagian integral dari strategi percepatan penanganan sampah perkotaan sekaligus pengembangan energi terbarukan. Proyek ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum tahun 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.

"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ujar Yuliot dalam prosesi groundbreaking PSEL Legok Nangka di Bandung, Rabu (29/7/2026).

Yuliot menambahkan bahwa proyek ini diharapkan menjadi benchmark nasional yang mampu mereduksi volume sampah, menyediakan pasokan energi bersih, menyerap tenaga kerja lokal, serta memangkas emisi karbon secara signifikan.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi terwujudnya PSEL Legok Nangka sebagai solusi jangka panjang atas darurat sampah yang selama ini membayangi kawasan Bandung Raya.

"Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sebuah sistem pengelolaan sampah yang modern. Kemudian juga mendidik masyarakat tertib dan hidup bersih, meningkatkan kualitas udara, serta perbaikan kualitas lingkungan. Berkah lainnya, kita mendapatkan energi listrik yang menyokong kekuatan PLN untuk industri," papar Dedi Mulyadi.

Sementara itu, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan kesiapan PLN dalam mengeksekusi kesepakatan PJBL 20 tahun tersebut demi memberikan kepastian investasi serta keberlangsungan pasokan energi bersih.

"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang secara siklus akan terus berlanjut," pungkas Suroso.

Editor :